Penanganan Proses Kelahiran Pada Ternak Kambing

25 01 2010

Penulis: Arief “Kandang Bambu”, Januari 2010.

Pemirsa kandang bambu yang terhormat, kesempatan kali ini saya coba mengetengahkan sebuah uraian tentang penanganan proses kelahiran ternak kambing. Saya mengangkat tema ini karena cukup banyak diskusi dan pertanyaan yang masuk pada kami tentang hal tersebut. Mudah-mudahan dengan membaca artikel ini, pemirsa sekalian memiliki wacana dan pemahaman tentang proses kelahiran serta bagaimana menanganinya.

A. Tanda-tanda kambing akan melahirkan.

Setelah kandungan berusia kurang lebih 5 bulan, induk kambing biasanya menunjukan tanda-tanda melahirkan cempenya. Tanda-tanda umum adalah sebagai berikut:

  • Ternak gelisah, sering menggaruk-garukan kaki depan ke lantai kandang/tanah sambil mengembik-embik.
  • Vagina berlendir dan memerah disertai dengan mencekungnya pinggul atas.
  • sering memperhatikan bagian belakangnya sambil mengembik.
  • Proses kelahiran biasanya dilakukan dalam posisi induk terbaring.

Gambar tanda-tanda induk akan melahirkan

Sumber gambar: Raising Goat for milk and meat, page 50 by: Rosalee sinn

B. Proses Kelahiran

Setelah tanda-tanda tersebut diatas, biasanya segera akan terjadi proses kelahiran cempe. Jumlah anak yang dilahirkan biasanya adalah 2 ekor, namun sering juga terjadi 1,3 atau 4 ekor per kelahiran. Proses awal kelahiran adalah keluarnya ketuban dari vagina induk. Biasanya berbentuk bulat seperti bola berisi air, tak berapa lama gelembung keluar akan pecah diikuti oleh proses kelahiran cempe. Pada posisi  cempe normal, akan keluar dengan sendirinya tanpa memerlukan bantuan peternak. Posisi cempe yang normal pada perut induk menjelang kelahiran adalah sebagai berikut:

Sumber gambar: Raising Goat for milk and meat, page 51 by: Rosalee sinn

Penjelasan gambar diatas memperlihatkan posisi cempe pada kelahiran normal biasanya 2 kaki depan keluar dahulu diikuti bagian kepala dan yang lain hingga keluar sempurna. Selain itu posisi keluar yang didahului oleh 2 kaki belakang masih dikategorikan sebagai posisi normal. Selisih kelahiran antara cempe satu dengan yang lainnya biasanya dalam hitungan menit hingga setengah jaman.

Namun demikian, sering juga induk mengalami kesulitan kelahiran sebagai akibat dari posisi atau letak cempe yang tidak normal didalam kandungan. Pada keadaan seperti ini mutlak dibutuhkan bantuan manusia (peternak), hal ini untuk memudahkan kelahiran dan menghindarkan terjadinya kegagalan kelahiran akibat induk kehabisan tenaga dan cairan hingga menyebabkan kematian bagi induk dan cempe. Gambar posisi kelahiran tidak normal adalah sebagai berikut:

Sumber gambar: Raising Goat for milk and meat, page 52 by: Rosalee sinn

C. Penanganan persalinan untuk posisi tidak normal pada kambing

Pastikan tangan anda bersih dan kuku anda pendek, potong kuku jika panjang kemudian lanjutkan dengan mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

Sumber gambar: Raising Goat for milk and meat, page 53 by: Rosalee sinn

Ada beberapa posisi tidak normal pada saat cempe akan lahir seperti tampak pada gambar diatas, masing-masing posisi memerlukan bantuan penanganan yang berbeda. Memang pada awalnya agak sulit, namun pelan tapi pasti saya yakin rekan-rekan sekalian mampu mempraktekannya. Saya berikan contoh penanganan pada posisi kelahiran satu kaki depan normal namun satu kaki lainnya posisinya tertekuk. Pada posisi ini masukan tangan anda pada organ kelahiran induk, jangan kuatir tangan anda akan bisa masuk karena tekstur organ kelahiran tersebut sangat elastis. Upayakan meraih kaki yang tertekuk dengan menggunakan jari telunjuk dengan memposisikan kepala cempe berada diantara jari telunjuk dan jari tengah. jika sulit, sedikit dorong bagian kepala kembali kedalam secara perlahan hingga tangan anda mampu meraih kaki yang tertekuk tersebut. Setelah itu posisikan kedua kaki depan sejajar (seperti posisi normal) dan tarik keluar secara perlahan mengikuti dorongan sang induk. Perhatikan, jangan menarik paksa tanpa mengikuti irama dorongan dari induk!!  Lebih mudahya bisa anda lihat melalui ilustrasi gambar dibawah ini, salam kandang bambu:)

 Sumber gambar: Raising Goat for milk and meat, page 53 by: Rosalee sinn

 

Daftar pustaka:

  • Modul pelatihan peternak kambing perah oleh Kandang Bambu Management
  • Diskusi dan pengalaman penulis
  • Raising Goat for milk and meat, Rosalee Sinn. Heifer Project, Arkansas 1985

 

 

 

About these ads

Aksi

Information

67 tanggapan

25 01 2010
etawajaya

Mantab Mas!

25 01 2010
Arief Rachman W.

Terimakasih mas Hendra, salam kandang bambu:)

26 01 2010
Habieb

Assalamu’alaikum mas arief,

Wah maturnuwun udah bagi2 ilmu… Singkat tapi sangat berguna…
Dulu kambing saya pernah gagal melahirkan mas…
Ketubannya kayaknya udah pecah tp cempenya blm keluar… Induknya udah ga punya tenaga lagi… Sampai 3 hari belum keluar jg mas… Waktu itu saya jg ga tau apa yg harus saya lakukan… hehehe.. Tp pas hari ke 4 keluar tp cempenya sudah tdk bernyawa..
Artikel ini penting bagi yg belum tau masalah kelahiran cempe terutama bila kelahiran tidak normal..

Salam Etawa,
http://kambingonline.net

26 01 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam mas wahid, maturnuwun sanget dukungannya. Mudah2han niat baik kita semua berbuah kemajuan bagi peternak Indonesia, salam kandang bambu:)

26 01 2010
Ragil B. Sumantri

shiiip dah,,,

26 01 2010
Arief Rachman W.

Terimakasih kang ragil, salam kandang bambu:)

29 01 2010
Asep Mulyana

Kang Airef,
Saya pernah punya kasus.
Saya beli induk betina, kambingnya bagus tapi sudah berumur dan belum pernah beranak dan kambing inipun memiliki kekurangan yaitu meiliki puting 4.
Kemudian indukan tersebut dikawinkan dan hamil, menurut catatan mestinya induk ini beranak pd tgl 10 nov 09, namun mendekati hari “H” tanda2 yang dikemukakan mas Arief tidak nampak, si induk tetap energik dan tidak merasa risih, begitu juga dengan vagina tidak ada pembengkakan dan kapuran serta ambingnyapun tidak sebengkak yang kondisinya normal, akhirnya ditunggu sampai 3 hari.

Setelah 3 hari berlalu belum juga dan pada hari ke 5 diputuskan untuk memanggil dokter untuk melakukan tindakan dan penanganan, akhirnya disuntik obat perangsang dan akhirnya keesokan harinya, melalui usaha yang tidak mudah si cempe bisa dikeluarkan namun dalam keadaan mati, diperkirakan 2 atau 3hari sebelumnya.

Si induk ini sekarang sudah dikawinkan lagi dan hamil, pertanyaan saya bagaimana cara merawat kehamilan untuk kambing spt ini, apakah ada cara khusus agar kapuran dan ambing bisa berproduksi sperti kambing normal?

Sayang kambing ini sangat bagus namun memiliki kekurangan seperti yang saya utarakan.

Terimakasih atas pencerahannya.

Salam,

Asep M.

29 01 2010
Arief Rachman W.

Kang Asep,
Berdasar cerita akang diatas, sepertinya kambing tersebut memiliki sejarah panjang mengenai kegagalan melahirkan. Sedikit mencurigakan ketika ada kambing betina telah berumur tapi dikatakan belum pernah beranak, kecuali memang si kambing memiliki kelainan. Terus terang saya tidak mengetahui secara pasti bagaimana merawat kehamilan kambing seperti itu kang, namun yang pasti lakukan pemberian pakan dengan diet khusus (bisa akang baca pada artikel kandang bambu yang segera tayang:) saat si induk bunting 3bulan hingga menjelang melahirkan. Mengenai ambing dan kapuran yang tidak berisi menjelang melahirkan ada 2 kemungkinan; pertama karena usia induk yang memang sudah cukup tua biasanya produksi susu sudah tidak normal alias sedikit, kedua bisa juga berisinya kapuran dan ambing terjadi sesaat atau begitu anak lahir.
Mungkin itu yang bisa saya tanggapi dari cerita akang, silahkan bagi rekan2 peternak lain menambahkan dan memberi masukan pada kasus kang Asep ini. Salam kandang bambu:)

2 02 2010
uyunmuzizah

ass pak arief saya punya kambing etawa skrg udah bunting 145 hari kok tiap hari keluar lendir sedikit2 di vaginanya apakah itu tandanya udah mendekati lahiran ya pak…makasih,, wasslm

2 02 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, melihat kondisi kebuntingan sudah 145 hari serta mulai keluar lendir saya rasa merupakan salah satu ciri menjelang melahirkan bu. Salam kandang bambu:)

9 02 2010
Erwien Sumberpucung

Selamat pagi mas arif..

saya semakin semangat untuk belajar nih..tapi belum jalan2 juga prakteknya..Oh ya sekalian mo tanya..apakah kambing ada istilah MAJER
(apa ya bahasa Indonesianya…uhm..mandul???) ini pengalaman saya sewaktu dalam memelihara sapi,casenya mirip dengan casenya Kang Asep..namun disini setelah melewati proses kelahiran (embengnya juga mati..hiks) si Induk tetep sehat..tapi gak bisa hamil lagi..padahal udah dikawinin bolak balik..akhirnya sapi tersebut saya jual deh.. jadi..apakah ada istilah tersebut di ternak Kambing? terima kasih sebelumnya mas

12 02 2010
Arief Rachman W.

Selamat pagi mas erwin, dalam ternak kambing juga dikenal istilah majer. Biasanya disebabkan beberapa hal antara lain; kelainan bawaan, terlalu gemuk dan kerusakan organ akibat kesalahan penanganan dalam kelahiran. Salam kandang bambu:)

14 02 2010
uyunmuzizah

ass mas arief ini mau nanya lagi saya punya kambing udah di kawinin sekitar 4 mgg yg lalu tp sampe skrg kok ngga ada tanda2 minta kawin lagi apakah kambing saya jd bunting ya mas…waslm

14 02 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam bu uyun, salah satu tanda berhasilnya proses kawin kambing adalah tidak berulangnya siklus birahi bagi si induk. Siklus berulang rata-rata 21 hari. Kemungkinan besar kambing betina ibu dalam proses kebuntingan, namun belum bisa dipastikan 100%. Secara alamiah tingkat keberhasilan bunting baru bisa dipastikan ketika usia kehamilan mencapai 12 minggu atau 3 bulan. salam kandang bambu:)

25 02 2010
fizdan

salam kenal,
saya baru akan memulai beternak domba/kambing. Yang masih agak membingungkan adalah, pada saat kelahiran. yang saya tanyakan adalah, ari-ari. ada yang bilang, bersama dengan keluarnya anak, maka tali pusat akan putus dengan sendirinya. sebaiknya tali pusar kita putus, atau dibiarkan putus sendiri? lalu apakah ari-ari/plasenta induk akan keluar beberapa saat setelah keluarnya sang anak?? dan bagaimana perlakuannya? terima kasih…

26 02 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal pak fizdan, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Menurut pengalaman kami, tali pusat biasanya akan putus dengan sendirinya, namun jika tidak bisa diputus menggunakan alat potong yang steril. Anda benar, plasenta induk biasanya akan keluar dengan sendirinya beberapa waktu setelah keluarnya cempe. Perlakuan khusus terhadap plasenta tersebut setahu saya tidak ada pak, setelah keluar langsung saja ditanan dalam galian tanah. Silahkan rekan pengunjung kandang bambu menambahkan jika ada pengalaman berbeda untuk memperkaya pengetahuan kita bersama, salam kandang bambu:)

2 03 2010
FIZDAN - 2

selamat pagi,
saya ingin sedikit bertanya, untuk beternak domba, jelas dibutuhkan lahan yg ditanami rumput gajah. nah, adakah standarnya, untuk memberi pakan sekian ekor domba (dewasa), kita membutuhkan lahan rumput gajah berapa meter persegi? soalnya saya ingin tahu, dan memperhitungkan kemampuan daya dukung lahan sawah yg saya miliki. terima kasih….

4 03 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas fizdan, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Tentang rasio pasti antara jumlah domba dengan luasan lahan pakan saya belum memiliki informasinya, mungkin anda bisa bertanya pada peternak yang biasa beternak domba semisal vila domba. Kami persilahkan bagi rekan peternak lain (khususnya domba) untuk membantu mas fidzan, salam kandang bambu:)

20 03 2010
oki

Assalamu’alaikum, salam kenal untuk semua.
saya ingin berbagi pengalaman pernah domba saya melahirkan 2 ekor cempe namun cempe tersebut mengalami luka dikakinya sehingga sulit untuk berdiri. untuk kasus seperti ini tentu cempe tidak akan bisa menyusu pada induknya, kemudian saya pegang cempe tersebut untuk didekatkan pada puting sang induk dan Alhamdulillah si cempe mau menyusu dan ternyata susu induk merupakan obat mujarab bagi si cempe yang sakit tersebut keesokan harinya si cempe sudah belajar berdiri dan Alhambulillah sekarang sudah besar (bulan) dan sang induk tadi malam sudah melahirkan lagi sepasang cempe yang imut-imut dan lucu. Hewan peliharaan tidak hanya cukup diberi makan dan minum tapi juga perhatian lebih dari sang pemiliknya sehingga mereka juga akan senang ketika berjumpa dengan kita karena dia tahu siapa yang menyayanginya.

Wassalam Wr Wb.
Oki Saepuji
Tangerang – Banten

24 03 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas oki, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Menarik dan inspiratif sharing pegalamannya, mudah2han bisa jadi tambahan wawasan bagi kita semua. Salam kandang bambu:)

23 03 2010
Ronald Syah

Mas, kambinga PE saya baru melahirkan anak 2 ekor, tapi sayangnya si induk tidak mau merawat cempenya, bagaimana cara agar cempe2 tersebut bisa bertahan hidup krn induknya terlihat tidak mau menyusukanya…terimakasih

25 03 2010
Arief Rachman W.

Mas ronald, untuk kejadian seperti yang anda alami cara mengatasi salahsatunya adalah dengan secara rutin memeras air susu induk, trmpatkan dalam dot bayi dan susukan pada cempe. lakukan itu secara rutin, takaran pemberiannya bisa anda baca pada link artikel saya berikut: https://kandangbambu.wordpress.com/2010/02/24/cara-pemberian-pakan-yang-efektif-pada-ternak-kambing-perah/
Demikian semoga bisa menjadi solusi bagi problem anda, salam kandang bambu:)

27 03 2010
uyunmuzizah

ass mas alhamdulilah kambing saya udah beranak 3 ekor alhamdulilah sehat2 rata2 BB 3 kg makasih ya mas dan waslm

28 03 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, alhamdulillah, selamat bu Uyun, semoga ketiganya sehat dan dapat menjadi indukan/pejantan unggul. Salam Kandang Bambu:)

9 04 2010
MH YASIN

Selamat gini hari mas Arief
Saya Yasin tinggal di Bogor tepatnya di daerah Parung mau sharing nih dengan mas Arief masalah ternak kambing yang telah saya coba rintis selama tiga tahun ini.
Begini mas pengalaman saya,dulu pertama saya coba mengembang biakan kambing dan belum lama ini saya beli kambing dari daerah Purwakarta dan di pasar Parung yang semuanya dalam keadaan “sehat wal afiat”.Tapi entah kenapa semua kambing tersebut selalu terserang penyakit koreng dan penyakit lainnya pada akhirnya tidak seekor pun yang selamat dari penyakit itu yang pada akhirnya singkat cerita gagal total untuk mengembangkannya.Beda kalau saya membeli kambing dari lingkungan dimana kandang saya berada, semuanya alhamdulillah dapat menghasilkan.Jadi dari kejadian itu saya berkesimpulan kalau kita ingin berternak kambing haruslah kita mendapatkan bibit atau bakalannya dari lingkungan yang dekat dengan kandang
Pertannyaan saya adalah apa yang mempengaruhi semua ini sehingga kambing-kambing tersebut cepat terserang penyakit yang saya sebutkan itu-memang sih kambing- kambing tersebut tidak di vaksinisasi-begitu pun kambing yang saya dapatkan dari lingkungan sekitar kandang dan semuanya sehat-sehat saja.Berapa biaya suntik vaksin/ekor dan dimana saya dapatkan. Terima kasih dan maaf sudah “ngerepotin” mas Arief

9 04 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas yasin, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Wah lama juga sudah mengembangkan ternak kambingnya, saya doakan semakin sukses dan berkembang peternakannya mas. Tentang pertanyaan anda, memang salah satu kelemahan jika kita membeli ternak dari pasar adalah tidak jelas kondisi kesehatan dan riwayat ternaknya. Sebenarnya tidak dianjurkan membeli bibit kambing dipasar untuk diternakan, lebih dianjurkan membeli dari peternak sehingga relatif ketahuan kondisi kesehatan dan silsilah kambingnya.
Jenis penyakit yang anda sebutkan memang sering menyerang ternak kambing dan sangat cepat menular pada ternak kambing lainnya. sebenarnya jika ditangani dengan benar dan diketahui sejak dini gejalanya, penyakit tersebut mudah disembuhkan. Tips mencegah penyakit tersebut serta penularannya adalah:
1. Jangan membeli kambing yang tidak dalam kondisi sehat
2. Jika terdapat ternak yang sakit segera isolasi atau pisahkan dari ternak lain yang masih sehat.
3. Semprotkan Gusanek pada ternak yang terserang koreng sebagai langkah awal pengobatan, biasanya seterlah penyemprotan rutin beberapa hari koreng akan mengering.
4. Jika belum membaik setelah melakukan langkah di atas, Lakukan injeksi menggunakan ivermectin secara subkutan (dibawah kulit). Suntikan diulang 10-14 hari setelah suntikan pertama.

Anda bisa membeli obat-obatan tersebut di toko penyedia pakan dan obat-obatan ternak setempat. Jika meminta bantuan dokter hewan atau mantri hewan biaya satu kali suntik sekitar 25 ribuan (harga di daerah kami) kalau tidak salah. Demikian sedikit yang bisa saya share dengan mas yasin di Parung, semoga bermanfaat. Terimakasih, salam kandang bambu:)

10 04 2010
MH YASIN

Pagi mas Arief
Thank’s yach atas jawaban dan ilmunya.
Dan dalam kesempatan ini saya mau tanya lagi nih kepada mas Arief dan semoga mas gak akan bosan atas pertanyaan saya dan juga rekan “kandangbambu” yang lainnya.
Begini mas,kalau kambing pasca lahir sebaiknya apa yang perlu kita lakukan terhadap induk dan juga anaknya baik yang lahir secara normal atau lahir tidak normal (yang kelahirannya di bantu oleh tangan kita)
Apa saja yang perlu kita lakukan perawatannya baik secara tradisionil maupun secara medis misalnya dengan pemberian suntikan vaksin.
Dan jika orang awam seperti saya untuk memberikan suntikan pada ternak apa mungkin dan titik mana yang perlu di suntik.
Saya usul nih mas berkaitan dengan pertanyaan saya bagaimana kalau mas juga sekalian dibuat diagram list tentang perawatan kambing secara suntik secara detail baik sebagai perawatan maupun sebagai pengobatan-jenis vaksin apa untuk perawatan/pengobatan apa dan berapa banyak dan kali vaksin itu di berikan.
Sorry lho mas Arief kalau saya banyak pertannyaan dan keingin tahuan saya tentang ternak kambing ini,sebab saya benar-benar ingin sekali apa yang saya jalani ini sukses sebagai mana umumnya orang yang menjalani suatu usaha.
Untuk sementara saya cukupkan dulu pertanyaan saya ini,lain kali lagi saya sambung lagi-kalau mas Arief gak bosan- dan semoga mas gak bosan yach menjawabnya.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan sukses selalu untuk kita penggiat ternak kambing dan khususnya untuk “kandangbambu”dan mas Arief

Hormat saya

MH.Yassin
Parung-Bogor

15 04 2010
Arief Rachman W.

Pagi pak yasin, tentang perawatan induk setelah melahirkan umumnya adalah memberikan pakan yang bernutrisi baik disertai perawatan kebersihan pada bagian ternak yang kotor pasca melahirkan. Biasanya perawatan umum adalah secara berkala membersihkan (cuci) bagian organ kelahiran induk, karena biasanya akan sering mengeluarkan lendir+darah hingga beberapa hari pasca melahirkan. Selama kondisi induk baik dan sehat pasca melahirkan, tidak diperlukan pemberian suntikan atau obat khusus.
Mengenai jenis obat dan teknis menyuntik insya Alloh akan saya tampung sebagai bahan tulisan artikel kandang bambu selanjutnya. Hemat saya tidak cukup hanya dengan membaca atau melihat untuk bisa menyuntik hewan pak, diperlukan latihan dan contoh titik2 dan teknik menyuntiknya. Hal itu bisa anda peroleh dengan mengikuti pelatihan yang dilakukan baik oleh dinas, penyuluh setempat atau lembaga2 lain.
Saya doakan peternakan anda akan berkembang dan maju, saya yakin kemajuan itu bisa anda peroleh selama ada kemauan dan kerja keras dari diri anda. Demikian semoga bisa bermanfaat, salam kandang bambu:)

14 04 2010
saamie

Selamat sore Mas Areif,

Assalamu’alaikum…
Salam kenal. Saya perternak amatir butuh bantuan.
Kambing PE saya telah melahirkan 2 anak dan alhamdulillah sampai saat sehat. Yang ingin saya tanyakan, 2 minggu setelah melahirkan dari vagina induk kambing keluar lendir seperti bercampur darah, seperti beberapa saat seteleh melahirkan. Menurut Mas Arief apa kira2 penyebabnya? Apakah perlu perawatan khusus?
Terima kasih atas jawabannya.

wassalam

saamie

14 04 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, salam kenal mas saamie, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Kejadian yang dialami oleh ternak anda adalah hal yang normal bagi induk pasca melahirkan dan tidak perlu perawatan khusus, hanya saja sering2 bersihkan (cuci) bagian yang mengeluarkan lendir+darah tsb. Keluarnya lendir bercampur darah tersebut akan berhenti dengan sendirinya, seperti nifas yang terjadai pada seorang ibu yang baru melahirkan. Demikian semoga bisa membantu, salam kandang bambu:)

16 04 2010
waka

mas Arief..saya mo tanya , makanan tambahan yang bisa diberikan pada kambing apa saja ya mas???

16 04 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas waka, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Ada beberapa jenis pakan tambahan yang bisa diberikan pada ternak kambing, antara lain: Pollard, katul, dedak padi, bungkil kelapa, bungkil kedelai, ampas tahu, ampas tempe, mpog jagung, tepung jagung dan irisan ketela pohon yang telah dikeringkan. Anda bisa sesuaikan mana diantara jenis pakan tersebut yang banyak terdapat di daerah anda agar murah dan mudah diperoleh. Demikian semoga bermanfaat dan bisa membantu permasalahn anda, salam kandang bambu:)

26 04 2010
Mh.Yassin

Pagi mas Arief
Salam jumpa di beranda kita lagi nih dan lagi-lagi saya mo tanya dan juga minta sedikit ilmu dari mas Arief seputar pemeliharaan kambing.
Begini mas, saya mo tanya prihal pemberiaan makanan konsentrat untuk kambing khususnya untuk ampas tahu dan singkong.
Ampas tahu – berapa hari maksimalnya ampas tahu itu masih layak di berikan ke ternak kambing setelah diangkat/diambil dari dapur pemasakan dan di tempatkan di wadah apa agar sisa ampas tahu yang ada masih dapat di gunakan/diberikan ke kambing untuk beberapa hari ke depan.
Singkong – Boleh tidak singkong yang akan kita keringkan dan di berikan ke kambing, kulitnya tidak di buang dan hanya di bersihkan dari tanahnya saja.Dan berapa persen kekeringannya yang baik di saat di berikan ke ternak.
Dan tolong di buatkan sketsa dan penjelasan ringkas untuk penbuatan kandang kambing yang layak dan sehat.
Thank’s untuk forum tanya jawabnya dan semoga mas Arief dalam keadaan sehat selalu agar dapat selalu membalas surat dari penggemar/pemgunjung setia blog kandangbambu management.

Hormat saya

Mh.Yassin

26 04 2010
Arief Rachman W.

Salam jumpa pak yasin, terimakasih atas doanya, semoga keadaan sehat juga selalu pada diri anda. Ampas tahu – dari pengalaman beberapa rekan peternak, ampas tahu basah memang tidak tahan untuk disimpan 1 atau 2 hari. Sebaiknya memang tiap pengambilan ampas tahu habis diberikan pada ternak hari itu juga. Tips untuk memperlama masa simpan ampas tahu basah adalah dimasukan dalam drum/silo kemudian ditutup rapat. Cara tersebut bisa mempertahankan masa simpan ampas tahu basah beberapa hari. Cara pengeringan juga dapat mengawetkan ampas tahu, namun hal itu tidak dianjurkan karena tidak efisien dan mahal.
Singkong – Setahu saya, singkong yang telah dikeringkan boleh diberikan sebagai pakan ternak, tingkat kekeringannya cukup asal jangan sampai mengeras (terlalu kering). Menambah referensi pemberian pakan bisa anda akses melalui link berikut: https://kandangbambu.wordpress.com/2010/02/24/cara-pemberian-pakan-yang-efektif-pada-ternak-kambing-perah/
Semoga bermanfaat, salam kandang bambu:)

7 05 2010
Mh.Yassin

Pagi mas Arief-Met jumpa lagi lewat surat ini
Begini mas,saya tuh belum menemukan tulisan di web blog kandangbambu ini yang memuat makalah prihal Penggemukan untuk Kambing Pedaging.
Kalau memang belum ada /pernah, tolong dong agar di buatkan tulisannya dengan topik apa yang saya sebutkan di atas.
Karena saya sendiri sedang belajar berternak kambing yang hanya mengkhususkan mengembang biakan dan penggemukan kambing agar layak di saat di jual nanti.Terima kasih
Salam sukses untuk pengurus dan pecinta web blog Kandangbambu Management

Salam

Mh.Yassin
Parung-Bogor

8 05 2010
Arief Rachman W.

Jumpa lagi pak Yasin, terimakasih masih terus mengunjungi kandang bambu weblog. Mohon maaf baru bisa balas, karena beberapa hari ini agak sedikit sibuk pak. Kandang bambu belum memiliki artikel tentang penggemukan karena kami untuk sementara fokus pada kambing perah, selain itu kami belum memiliki pengalaman di sektor tersebut dan minim reverensi tentang penggemukan kambing pak. Mudah-mudahan akan ada yang mengulas lebih dalam tentang bisnis penggemukan kambing potong. Demikian yang bisa saya sampaikan pak yasin, salam kandang bambu:)

9 05 2010
Hilman Firmansyah

Info yang menarik, tambah minat ternakin kambing, tapi kira-kira sulit ngak ya?

10 05 2010
Arief Rachman W.

Pak Hilman, beternak kambing perah tidak sulit. Asal ada kemauan dan kerja keras, insya Alloh bisa, tetap semangat pak. Maju terus peternak Indonesia, salam kandang bambu:)

15 05 2010
mitrasatwamandiri

Pak Arief, maap numpang iklan,,
Kami menjual Obat-obatan hewan ternak dan hewan kesayangan dari berbagai produsen obat dan importir. Melayani grosir dan eceran untuk
wilayah Banyumas, Cilacap, Brebes dan Tegal. HARGA TERJANGKAU!
Kontak kami: 085221481571.
Obat Scabies (budug, gudig), Vitamin, Perangsang napsu makan, Penggemuk dan pakan tambahan. Juga menyediakan bahan untuk fermentasi pakan ternak.

Mitra Satwa Mandiri
MITRA PETERNAK DAN PEDAGANG HEWAN!! Kontak kami: 085221481571
- Obat scabies (gudig,budug) eceran mulai Rp.4000 -an
- Mineral biasa dan premix (sapi, kambing, babi) mulai Rp 5000-an/kg
- Vitamin B12 mulai Rp. 14.000 -an. Vitamin B-Complex mulai Rp 5.600-an

Juga tersedia BERBAGAI OBAT HERBAL PERANGSANG NAPSU MAKAN dan OBAT PENGGEMUK.
HARGA SANGAT TERJANGKAU!!

Terima kasih
Salam,

18 06 2010
Fani

Ass Mas Arif, salam kenal.
Saya Arek Ngalam yg merumput di Bekasi. Saat ini pelihara sapi potong & mencoba beternak kambing perah PE kepala hitam (baru 2 ekor dara usia 1 taun lbh dikit).
Kambing saya dikawinkan tgl 23~25 April dg PE asalan dan saat ini perutnya terlihat buncit & ndak ada tanda birahi, perkiraan saya sudah bunting. Karena di kandangnya diikat, apakah saya perlu melepas kambing setiap hari menjelang kelahiran untuk memperlancar proses?
Kambing2 tsb sebelum bunting klo dilepas jadi liar (lari & lompat ndak karuan). Apakah setelah bunting kalo dilepas jadi lebih tenang? Saya takut kambingnya pada keguguran karena aktivias berlebihan.
Makanannya rumput, daun nangka, ampas tahu & singkong.
Terima kasih atas pencerahannya.

Fani D.
(saya laki ya)

19 06 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, salam kenal mas Fani. Terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog, sebaiknya kambing tersebut jangan diikat. Lepas saja ikatannya dan biarkan bebas didalam kandangnya. Pola tingkah yang liar mungkin disebabkan karena belum terbiasa dengan lingkungan barunya, perlakukan dengan sabar dan lembut lambat laun akan jinak juga mas. Makanan sudah cukup bagus, mungkin jumlahnya dan kualitasnya ditingkatkan (flushing) selama kambing tersebut dalam periode bunting. Salam kandang bambu:)

20 06 2010
uyunmuzizah

ass mas arief,saya mau nanya tadi kambing saya beranak 3 ekor tp semua mati soalnya yg 2 belum ada bulunya yg 1 normal tp semua ada 2 benjolan sebesar telor bebek di lehernya penyakit atau kena firus ya mas,,trus susunya bisa di konsumsi atau tidak karna lihat keadaan anaknya begini mas,,terima kasih dan wslm

21 06 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, tentang terserang penyakit atau tidak saya blm bisa memastikan bu. Kelahitan tidak normal tersebut bisa karena banyak sebab, salah satunya induk kurang sehat selama mengandung biasanya akibat kurangnya asupan pakan yang tinggi nutrisi. Mengenai susu yang dihasilkan induk menrut saya tetap bisa dikonsumsi asalkan tidak ada perubahan bau, warna dan rasa pada susu tersebut. Demikian yang bisa saya sampaikan bu, salam kandang bambu:)

21 06 2010
uyunmuzizah

iya mas soalnya induknya juga aktif banget banyak loncat2 terus waktu bunting,jd ngga apa2 ya mas susunya di perah eman kolustrumnya banyak ada 1,5 liter soalnya ini anak ke 2 mas,,,makasih ya ma udah ngebales masalah saya

22 06 2010
Arief Rachman W.

Insya Alloh tidak mengapa diperah bu selama kualitas susunya normal. Terimakasih atas komentarnya bu uyun, salam kandang bambu:)

22 06 2010
Dicky

mas arief,, mo ikutan tanya2 nie
saya mempunyai kambing indukan etawa kepala hitam ras kaligesing,,,ketika birahi saya tidak mengawinkannya dengan pejantan tapi saya menggunakan IB dengan bibit OHARA dari BBIB Singosari….
masalahnya ketika induk melahirkan
cempe yang dilahirkan kok malah mengalami penurunan kualitas,,,
hasilnya memang kepala hitam,,tapi mengapa telinga si cempe kok tidak menutup seperti induk dan bapaknya???

saya tunggu jawabannya di siganteng_gociel@yahoo.com y mas…..
thanks banget

22 06 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas Dicky, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Apa yang anda alami, sering juga dialami para peternak, bahkan ada cempe keturunan jantan juara dan betina turunan juara kualitasnya juga jauh dari jantan dan indukannya. Menurut hemat saya, hal ini bisa dikarenakan beberapa sebab antara lain:

1. Tidak jelasnya galur dan genetika jantan dan indukan. Hal ini terjadi karena peternak kita tidak punya recording, sehingga sangat dimungkinkan terjadi perkawinan satu darah.
2. Bisa juga, darah pejantan OHARA atau darah betina yang anda punya, memiliki darah bukan kambing PE. Sulit menentukan kemurnian galur/genetik kambing2 PE yang ada saat ini, selain karena tidak ada pencatatan kelahiran dan silsilah, diperparah lagi dengan seringnya peternak mengawinkan jantan atau betina PE dengan kambing sembarang karena mereka tidak memiliki pasangan kawin seimbang.

Dari 2 alasan tersebut, sangat mungkin terjadi kualitas cempe seperti yang anda dapatkan. Tidak mengapa mas, disukuri saja. Saran saya kalau bisa jangan terlalu terfokus pada warna tertentu, pilih kambing berdasarkan kualitasnya secara utuh bukan hanya dari warna kepala. Kambing perah banyak jenisnya ada PE (baik kali gesing atau senduro), ada sanen, dll, silahkan anda tentukan jenis yang paling tepat untuk mengembangkan usaha peternakan kambing perah mas Dicky. Jika fokus anda mengembangkan usaha kambing perah, jangan terlalu khawatir pada bentuk kepala atau telinga. Yang penting kambing tersebut sehat dan memiliki kriteria kambing perah unggul, sehingga mampu menghasilkan kuantitas dan kualitas susu kambing yang maksimal.Salam kandang bambu:)

29 07 2010
exxamute

bagus

13 08 2010
dyesebell

saya ingin tahu.. bagaimana proses pengeluaran susu kambing di jalankan satu persatu dan bukan proses kelahiran. terima kasih

19 08 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal pak, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Uraian detil bagaimana susu kambing dihasilkan oleh seekor induk akan sangat panjang, namun secara ringkas susu kambing dihasilkan oleh kelenjar aveolus (kalau tidak salah) dalam ambing. Sebelumnya untuk menghasilkan air susu, induk terlebih dahulu melalui proses kawin dan bunting selama sekitar 5 bulan, masa laktasi (berproduksi air susu) kurang lebih 4-5 bulan dalam setiap siklus. Demikian, salam kandang bambu :)

17 12 2010
Idris

Mas arief. Mo tanya apa kah berbeda air susu kambing yang sudah hamil 3 bulan dgn yg blm bunting. Soalnya saya sulit memprediksi melalui fisiknya karna sudah saya kawinkan 3bulan tidak ada perubahan fisik. Terima kasih

20 12 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas Idris, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Mengetahui induk yang kita kawinkan bunting atau tidak, secara sederhana adalah dengan mendeteksi siklus birahinya. Jika 19-21 hari setelah dikawinkan si Induk tidak mengalami birahi lagi, secara umum bisa dikatakan ada kemungkinan terjadi kebuntingan. Pada saat terjadi kebuntingan usia 3 bulan mestinya telah masuk masa kering dimana induk berhenti memproduksi air susu. Perbedaan biasanya dari warna, jika belum bunting struktur dan warna air susu tetap stabil putih susu. yang menjelang atau masa kering biasanya bening. Demikian yang saya fahami, jika terdapat koreksi kami persilahkan kawan-kawan sekalian ikut menambahkan, salam kandang bambu :)

19 12 2010
Idris

Pak. Saya mau tanya saya bru brternak. Kira2 boleh tidak kambing bunting dberi obat cacing atau dsuntik antibiotik agar nafsu pakanya bertambah.
Salam kenal dan trima kasih

21 12 2010
Arief Rachman W.

Jumpa lagi pak Idris, kambing dalam keadaan bunting sebaiknya jangan diberikan obat cacing dan suntik anti biotik jika tidak didampingi dokter hewan. Kesalahan pemberian akan mengakibatkan keguguran dari fetus yang ada dalam kandungan induknya. Salam kandang bambu :)

22 12 2010
Ajang Rojali

Salam Kenal, Saya mempunyai kambing yang baru saj melahirkan anaknya namun ari-arinya ketinggalan. Bagaimana cara mengatasi agar ari-arinya bisa keluar.
Terima kasih

27 12 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal pak Ajang, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Ada salah satu cara untuk membersihkan sisa organ kelahiran yang tertinggal dalam rahim induk, dengan cara memasukan air dalam jumlah tertentu melalui saluran kelahiran. Bisa juga air tesebut dicampur dengan larutan iodine, jika belum bisa silahkan menghubungi dokter hewan setempat untuk dilakukan kuret/pembersihan rahim si Induk. Silahkan kawan2 lain yang memiliki pengalaman untuk menambahkan guna membantu masalah bapak Ajang. Salam Kandang bambu :)

22 12 2010
Idris

Terima kasih pak arif atas jwbannya yg membantu. Smga bermanfaat tuk smuanya.

27 12 2010
Arief Rachman W.

Sama-sama pak Idris, salam kandang bambu :)

23 12 2010
Denny

Ass pak mau nanya saya punya cempe umur 6bln tp kakinya patah,,apakah msh bs smbuh??mhon infonya

27 12 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, patah pada kaki cempe bapak insya Alloh masih bisa sembuh dengan penangan yang tepat. Usia tersebut adalah usia pertumbuhan sehingga kemungkinan menyambungnya tulang yang patah masih cukup besar. Salam kandang bambu :)

19 05 2011
galih

asllmkm….
mas saya mau tanya apakah cempe yang berumur 1 bulan bisa di beri susu formula untuk bayi soalnya indukan sudah tidak mau menyusui lg…trimakasih.

1 06 2011
istanto

assalamualaikum mas arief,salam kenal
begini mas,saya punya kambing udah bunting hampir melahirkan,tapi kok kalau
berbaring ada tonjolan merah sebesar bola kasti di vaginanya ya mas,apakah
itu nanti akan berpengaruh pada cempenya?mohon infonya

2 06 2011
istanto

ass mas mau nanya,kambing saya udah bunting dan mendekati melahirkan,tapi sekarang ada benjolan sebesar bola kasti dari vaginanya kalau berbaring,kalau berdiri tonjolan tsb hilang,apakah nanti ada pengaruhnya pada cempe yang mau di lahirkan,mohon infonya

26 11 2011
L.V Sudirman

mas, kambing babon saya sedang hamil 4bulan tapi kakinya sering kram/kaku padahal setiap hari sudah dilepas/umbaran. bagaimana solusinya makasih sebelumnya

29 12 2011
hami

assalaamualaikum war war. Mas salam kenal
Mas. kami dari lamongan, baru-baru ini kami dapat bantuan trus saya belikan kambing jawa (yang telinganya panjang-panjang) dipasar (bulan Oktober 11) untuk digulirkan ke anggota lainnya, dari 20 kambing yang dibagikan 5 ekor sudah melahirkan. namunada 2 ekor yang melhirkan, 1 anaknya meninggal dan 1 lagi anak dan induknya juga meninggal. mas trus terang saya punya tanggungjawab utk kegiatan ini, maklum mereka yang dapat termasuk keluarga miskin. sy kuatir kambing yang lainnya akan mengalami seperti itu. mas saya minta saran apa yang harus kami lakukan agar kambing yang digulirkan ke keluarga miskin bisa sukses?
Trims jawabannya.
Wassalaam

14 02 2012
irwan

Mas mau nanya nih.
Kambing saya da beberapa hari ini sudah mengeluarkan lendir putih dari kemaluanya.
Baru2 ini kelihatanya ada yang aneh pada kemaluanya.
Jika berbaring, kemaluanya seperti hendak melahirkan. setelah di amati, ternyata yang keluar bukan kantung ketuban. Tapi bol-nya( bahasa jawa)
Tetapi jika dia berdiri perlahan akan normal kembali.
Hal itu terjadi sampai saat ini
Karena beberapa kali melahirkan 4 ekor anak jadi perutnya besar.

■ Apakah itu berpengaruh pada keselamatanya.
■ bagaimana penangananya?

4 08 2012
downyetawa

ass mas arief
mau tanya mas kambing saya kemarin melahirkan 3 ekor, tetapi yang 1 mati mas. yg 2 alhmdulillah sehat mas tapi induknya badanya lemas dari vaginanya keluar darah lumayan banyak tiap beberapa menit atau jam. yang saya takutkan nanti kalau induknya kenapa2. apakah itu bahaya mas buat siinduk? bagaimana penanganannya?
terima kasih mas arief saya tunggu balasannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: