Efisiensi Beternak Dan Harga Susu Kambing (sebuah opini)

21 07 2011

Beberapa hari yang lalu saya sempat berdiskusi dengan salah seorang peternak kambing perah jenis peranakan etawa asal tulungagung. Lontaran pertanyaan saya ajukan tentang bagaimana kondisi pasar baik ternak maupun susu kambing di sana? Beliau menjawab bahwa untuk susu kambing dan produk olahannya masih sulit dipasarkan, salah satu kendala terbesar adalah lemahnya daya beli masyarakat sekitar tulungagung untuk membeli susu kambing. Harga susu kambing kisaran 30-40 ribu per liter sulit terbeli jika tidak karena terpaksa diperlukan sebagai obat.

Daya beli adalah masalah klasik sebagai salah satu sebab terhambatnya proses pemasaran produk susu kambing. Namun demikian jika produsen susu kambing bisa mendistribusikan produknya ke kota-kota besar di Indonesia, saya rasa bisa menjadi salah satu solusi penjualan. Mengapa demikian? Hasil pengalaman saya beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan kota di Kalimantan seperti Balikpapan sangat potensial sebagai pasar susu kambing. Daya beli masyarakat kota-kota tersebut mampu menjangkau harga susu kambing 30-40rb per liter franco jawa timur.

Selain permasalahan daya beli, ada faktor lain yang juga sangat berpengaruh terhadap rantai distribusi penjualan dan harga  produk susu kambing. Faktor- faktor tersebut antara lain:

a.Kualitas produk

Secara fair harus kita akui beberapa produk susu kambing yang banyak beredar saat ini belum memiliki kualitas standar. Hal itu bisa terjadi karena sosialisasi tentang standar mutu produk susu kambing sangat jarang atau belum merata dilakukan pemerintah pada para produsen susu kambing. Akibatnya masing-masing peternak memiliki presepsi sendiri-sendiri tentang kualitas produk susu kambing, sesuai tingkat pengetahuan mereka. Jika kita melihat Negara tetangga kita Australia, produsen susu kambing disana diatur oleh regulasi pemerintah yang cukup ketat. Namun demikian pemerintah Australia mendorong dan memfasilitasi peternaknya dengan pelatihan, dukungan modal serta kepastian memperoleh ijin edar bagi produk yang telah terstandar.

b.Manajemen beternak yang belum efisien

Sebagian besar peternakan kambing perah kita belum bisa efisien dalam operasi bisnisnya. Salah satu faktor penyebab adalah peternak belum memiliki jenis ternak perah unggul dengan kuantitas produksi tinggi. Saat ini peternak hanya punya pilihan jenis kambing peranakan etawa (PE) yang sebenarnya bukan bertipikal perah murni, melainkan adalah tipikal dwiguna. Produksi perah kambing PE tidak bisa sebanyak kambing dengan tipikal perah murni, sehingga otomatis mendorong harga jual/liter yang tinggi. Hal lain adalah belum dihargainya bibit (cempe/bakalan induk) secara layak , bibit dihargai seperti harga yang berlaku di pasar hewan. Kondisi ini menyebabkan peternak enggan memelihara bibit atau mengalokasikan biaya pembesaran cempe pada harga jual susu agar tidak rugi.

 c.Sulit memperoleh ijin edar produk.

Ijin edar (ijin BPOM) adalah hal mutlak yang harus dimiliki sebuah produk susu kambing agar bisa diterima jaringan distribusi besar seperti apotik, ataupun ritel market lain (Indomart, alfa, gian dll). Namun demikian sepertinya proses BPOM masih sulit dipenuhi peternak karena keterbatasan modal dan belum ada dukungan dari pemerintah melalui dinas terkait. Tanpa adanya ijin peredaran, pemasaran produk susu kambing hanya bisa dilakukan secara konvensional dengan area edar produk yang sangat terbatas. Hal ini sebagai sebab sulitnya peternak atau pelaku usaha susu kambing berproduksi pada skala ekonomis, sehingga efisiensi produksi sulit dilakukan.

SOLUSI

Mau tidak mau, suka tidak suka, efisiensi produksi harus bisa dicapai oleh pelaku usaha peternakan kambing perah. Hal ini bisa diperoleh melalui kerjasama sinergis dengan pemerintah sebagai otoritas pemegang kebijakan. Pemerintah harus memikirkan bagaimana mendatangkan bibit unggul kambing perah untuk dikembangkan dan atau disilangkan dengan ternak unggul lokal, sehingga bisa meningkatkan kuantitas susu kambing per ekornya. Peran Asosiasi dan kelompok ternak cukup signifikan dalam membantu memfasilitasi, dan memastikan program peningkatan mutu bibit unggul ternak perah, agar bisa terealisasikan untuk peternak.

Pelatihan teknis budidaya serta teknologi pakan juga harus terus diupayakan agar peternak lebih pintar menjalankan usahanya. Selanjutnya komitmen pemerintah dalam sosialisasi standar mutu hasil produksi susu, diikuti oleh kepastian memperoleh ijin edar bagi peternak dan pelaku usaha peternakan yang telah distandarisasi, adalah langkah maju untuk membantu pemasaran hasil produksi peternakan kambing perah.

Demikian sedikit uraian yang ingin saya bagi pada kawan-kawan pembaca Kandang Bambu weblog, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa dijadikan bahan diskusi bersama. Majulah peternak Indonesia, salam kandang bambu:)

Sumber tulisan:

– Opini pribadi.

Sumber Gambar:

– http://adambalic.typepad.com/the_art_and_mystery_of_fo/2007/04/cheese_producti.html

– http://balaipomgorontalo.blogspot.com/2009/02/visi-dan-misi-badan-pom.html

– http://www.alletdairygoats.co.uk/farm.html

 

 

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: