Menjadi Perodusen Susu Kambing sebenarnya“tidak” Mudah.

1 01 2012

Pemirsa Kandang Bambu weblog sekalian, mengawali tahun 2012 ini penulis mencoba untuk mengulas liku-liku menjadi produsen susu kambing sejati. Tema tersebut menarik  sebagai “review” perkembangan industry peternakan kambing perah Indonesia selama tahun 2011. Ternyata, hampir semua peternak kita baru bisa sebatas menjadi peternak kambing perah, belum bisa menjadi produsen susu kambing. Pemirsa sekalian mungkin ada yang mempertanyakan, apa sih yang membedakan antara peternak kambing perah dengan produsen susu kambing? Bukankah peternak kambing perah itu otomatis juga sebagai produsen susu kambing?

Perbedaan Peternak Kambing Perah dengan Produsen Susu Kambing

Jika kita mempelajari lebih dalam, akan tampak jelas perbedaan antara peternak kambing perah dengan produsen susu kambing. Pada awal pembuka tulisan ini, penulis mengatakan peternak kita baru bisa sebatas menjadi peternak kambing perah. Fakta di lapangan menunjukan sebagian besar peternak sudah bisa beternak dengan lumayan baik, dalam artian breeding dalam jumlah tertentu.

Namun demikian mereka belum mampu menjadi produsen susu kambing. Memang benar sebagian besar mereka sudah memiliki ternak yang bisa diperah dan  sudah melakukan upaya memerah susu, tetapi itu belum cukup. Menjadi produsen susu kambing setidaknya haruslah mampu mewujudkan hal-hal berikut ini:

  • Memastikan bahwa ternak kambing perah yang dipelihara sehat
  • Memastikan pakan yang diberikan menunjang kondisi ternak untuk di perah
    • Hijauan berkualitas baik
    • Konsentrat dengan formulasi tepat
    • Asupan mineral sesuai agar ternak tidak ambruk atau mengalami kelainan tulang
    • Cukup minum
  • Lingkungan kandang harus bersih
  • Memiliki kandang khusus  untuk proses pemerahan, artinya memerah tidak boleh dalam kandang yang digunakan sehari-hari.
  • Memahami dan mengaplikasikan proses pemerahan yang benar.
  • Alat yang digunakan untuk memerah harus bersih dan terbuat dari material stainless atau alumunium.
  • Air susu kambing yang dihasilkan harus bebas residu antibiotic serta kontaminasi bakteri mastitis.
  • Memiliki ruang pemrosesan susu pasca perah, ruang khusus tersebut harus selalu terjamin kebersihannya.
  • Memiliki peralatan pasteurisasi susu.
  • Menggunakan kemasan yang bersih (steril) dengan bahan standar, umumnya jenis plastic atau botol HDPE atau yang lebih baik dengan kualitas food grade.
  • Memiliki alat pendingin khusus (freezer), yang tidak dicampur dengan isi bahan lain selain susu kambing yang diproduksi.
  • Memilki SDM (kandang maupun pengolahan) yang memahami standart pengolahan dan mutu produk susu kambing layak konsumsi. Alangkah lebih baik jika secara berkala diberikan pelatihan tentang mutu produk dan penanganannya seperti kursus HACCP, Halal MUI, Dll.
  • Memiliki legalitas usaha dan ijin resmi peredaran produk (MD. Pom, Halal)
  • Mampu mendistribusikan dan memasarkan hasil produksi hingga konsumen akhir.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tentunya memenuhi poin-poin diatas tidak mudah dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kondisi tesebut mau tidak mau mengharuskan terjadinya spesialisasi, artinya tidak akan bisa semua peternak mampu manjadi produsen susu kambing. Harus ada pembagian porsi yang tepat sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing. Bisa dipastikan diperlukan juga jumlah ternak yang cukup memenuhi skala produksinya, artinya tidak mungkin hanya dengan jumlah ternak sedikit-sedikit.

Potret Pasar Susu Kambing Indonesia Tahun 2012

Penulis berpendapat, tahun 2012 pasar susu kambing nasional akan lebih bergairah. Tentunya keadaan tersebut sungguh berpeluang meningkatkan kesejahteraan peternak kambing perah nasional. Namun bisa juga sebaliknya, karena  produk susu kambing luar negeri akan menyerbu pasar Indonesia. Jika kita tidak mampu bersaing, bisa dipastikan fenomena gairah pasar nasional hanya akan dinikmati oleh produk-produk asing tersebut.

Menyikapi dan mempersiapkan kondisi persaingan tahun 2012, perlu adanya sinergi antara peternak dengan pemerintah. Harus ada solusi permasalahan yang terjadi selama tahun 2011. Lebih dari itu, kita sebagai peternak perlu menghilangkan egoisme dengan menjalin persatuan. Jangan ada rasa tidak senang terhadap kesuksesan atau kemajuan kawan peternak lain. Justru kita harus menanamkan jiwa persaingan dalam hal meningkatkan kualitas masing-masing, bukan saling menjatuhkan. Kita harus senang jika ada kawan peternak yang lebih baik, dan kita harus mau belajar dan mengikuti kiat kesuksesan kawan tersebut.

Kesimpulan

Segera harus dilakukan sosialisasi dan pemahaman, cara beternak kambing perah serta memproduksi susu kambing yang benar pada para peternak. Aktifitas ini harus melibatkan pemerintah melalui dinas peternakan, bersama-sama dengan organisasi yang menaungi peternak kambing perah Indonesia. Sasaran dari program ini adalah terciptanya kesadaran peternak memposisikan lini usaha mana yang mampu mereka jalankan.

Penulis memiliki harapan besar kedepan, bahwa industry peternakan kambing perah dan produsen susu kambing Indonesia membentuk cluster spesialisasi yang saling menunjang satu dengan lainnya. Kluster spesialisasi tersebut memudahkan control dan standarisasi mutu, baik bibit kambing perah maupun produk susu kambing yang dihasilkan. Akhirnya, diharapkan tidak lagi terjadi produksi susu kambing yang tersebar banyak dalam jumlah kecil-kecil, seperti yang telah terjadi di tahun sebelumnya. Akibatnya banyak sekali beredar varian produk susu kambing dengan kualitas tidak baik, sehingga sulit dikontrol dan sulit juga dipasarkan dengan baik. Mari kita berlomba menjadi produsen susu kambing Indonesia,Maju Terus Peternak Kambing Perah Indonesia., salam kandang bambu:)

Penlis: Arief “Kandang Bambu”

Sumber tulisan: Opini pribadi

Sumber gambar: http://www.google.co.id/imgres


Aksi

Information

6 responses

3 01 2012
Nanang_S_A

Artikel bagus…moga lebih banyak lagi pengetahuan yg dapat dibagikan n SELAMAT TAHUN BARU 2012

9 01 2012
Arief Rachman W.

Terimakasih pak nanang, anda telah mengunjungi kandang bambu weblog. Salam kandang bambu:)

9 01 2012
mohamed rodi iskandar

bagus sekali artikelnya…bisa dimamfaatkan buat kemajuaan penternak kambing perah di indonesia..

9 01 2012
Arief Rachman W.

Terimakasih bapak Mohamed Rodi, salam kandang bambu:)

17 07 2012
imran

nais post, ai laik dis

12 02 2016
Abdillah Anis

Mantab tulisannya Mas Arief.moga bermanfaat buat peternak kambing perah…Aamiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: