MENCERMATI FENOMENA KONTES KAMBING DI INDONESIA

17 08 2012

Pendahuluan.

Kontes ternak adalah bagian tidak terpisahkan dalam dunia peternakan. Burung dan ikan telah lama ada kontesnya, bahkan sudah mendunia. Begitupula ternak ruminansia, baik sapi maupun kambing. Indonesia sudah mengenal kontes ternak kambing cukup lama, mungkin sekitar 4-5 tahun belakangan semakin marak.

Kontes ternak kambing, khususnya jenis kambing perah sejak lama dilakukan negara lain seperti Amerika, prancis, Australia dan beberapa Negara lain di dunia. Mereka mengadakan kontes sebagai ajang kebersamaan, hiburan dan utamanya adalah proses seleksi bibit kambing perah kualitas unggul (produktif). Harga seekor kambing juara bisa sangat mahal, sesuai dengan keunggulan produktif ternak tersebut. Harga tinggi (mahal) adalah bentuk penghargaan dari kerja keras peternak yang telah melakukan proses seleksi ketat serta perawatan maksimal. Pencatatan garis keturunan, detil pemilihan kualitas galur adalah bagian penting dalam menghasilkan kambing unggul juara.

Tidaklah mengherankan apabila harga straw (semen beku) kambing juara bisa mencapai ratusan bahkan ribuan dolar. Akan tetapi harga tersebut setimpal dengan kualitas bibit baru yang dihasilkan yaitu, karakteristik ternak kambing perah unggul dengan produktivitas susu yang sangat baik.

Memahami Fungsi Dasar Kambing Perah

Indonesia memiliki beberapa jenis kambing yang dimanfaatkan sebagai ternak perah. Kambing peranakan etawa (PE) dan Jawa randu adalah yang paling banyak populasinya, selain itu masih terdapat jenis lain yaitu, saanen, peranakan saanen, sedikit jenis Alpin dan anglo Nubian. Penyebaran ternak tersebut terkonsentrasi di pulau jawa, Sumatra dan sedikit di beberapa daerah lain di Indonesia.

Kambing adalah jenis hewan ternak yang diciptakan Alloh SWT dengan manfaat besar bagi manusia. Susu, daging, kulit hingga limbahnya semua bermanfaat secara ekonomis. Susu kambing merupakan sumber nutrisi serta solusi kesehatan yang sangat baik, daging kambing merupakan sajian lezat yang sejak ribuan tahun yang lalu menjadi konsumsi manusia selanjutnya kotoran atau limbahnya adalah sumber pupuk yang sangat baik dalam menunjang pertanian dan perkebunan.

Pemanfaatan secara efektif dan efisien terhadap ke tiga fungsi utama ternak kambing tersebut, dapat menjadi sarana penggerak roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan kambing. Pemanfaatan teknologi dan seleksi ketat selalu diupayakan untuk menghasilkan kambing yang memiliki keunggulan produktif diatas rata-rata, untuk susu dan dagingnya.

Kambing perah, sesuai dengan namanya diarahkan untuk upaya pemenuhan konsumsi susu kambing. Bisnis kambing perah sangat tergantung pada efektifitas dan efisiensi peternak dalam berproduksi. Selalu terus diupayakan terobosan untuk melakukan efisiensi produksi guna meningkatkan keunggulan kompetetitif produk susu kambing yang dihasilkan. Salah satu komponen biaya terbesar sebuah usaha peternakan kambing perah adalah pemenuhan pakan. Berdasarkan hal tersebut, muncul logika sederhana “bagaimana menghasilkan produksi susu tinggi dan berkualitas baik, dengan jumlah ternak seminimal mungkin?”

Dunia peternakan kambing perah internasional telah melakukan upaya mewujudkan logika tersebut. Secara keilmuan dilakukan penelitian dan rekayasa melalui uji yang dilakukan di lab dan kampus-kampus, pemerintah mendirikan lembaga khusus guna meneliti hal tersebut, dan seleksi ketat dilakukan terhadap bibit-bibit kambing perah unggul. Guna merangsang keterlibatan peternak/pelaku usaha peternakan kambing perah dalam mendukung upaya menghasilkan bibit unggul kambing perah, maka salah satu upayanya, diadakanlah kontes ternak kambing perah.

Gambar 1. parameter bagian tubuh kambing perah unggul

Salah satu usaha yang talah dilakukan dunia internasional dalam upaya kontributif bagi pengembangan bidang usaha kambing perah adalah dihasilkannya difinisi atau parameter fisik kambing perah yang dikatakan unggul. Secara umum difinisi fisik seekor kambing perah dikatakan baik adalah seperti tampak pada gambar diatas.

Mencermati kriteria penjurian kontes kambing perah.

Seperti telah sedikit penulis uraikan pada bagian pendahuluan, Indonesia telah mengenal kontes kambing. Namun demikian arah kontes yang berkembang saat ini bukan pada kambing perah tetapi kontes seni (keindahan fisik) jenis kambing peranakan etawa (PE). Kontes kambing PE lebih mirip dengan kontes keindahan hewan lain seperti burung dan ikan. Kontes burung kalau tidak salah penekanannya adalah pada keindahan kicauannya, sedangkan ikan pada keelokan warna dan ciri fisiknya. Bagitu pula kontes kambing PE yang ada saat ini, fokus utamanya adalah pada keindahan fisik seperti bentuk kepala, bentuk telingan dan panjangnya, warna bulu dan sebagainya. Lebih lengkapnya, parameter penilaian kontes kambing PE dapat dilihat pada gambar berikut:

Sumber gambar: FB Aspenas Lumajang

Gambar diatas menjelaskan penekanan bobot penilaian berdasarkan seni dengan prioritas penilaian kepala, telinga dan pola warna (lingkaran merah), sedangkan elemen karakter perah yaitu ambing memiliki bobot termasuk yang paling rendah (lingkaran biru). Berdasarkan keterangan tersebut memang sudah tepat apabila kontes kambing PE yang ada saat ini dikategorikan sebagai kontes kambing seni.

Bertolak belakang dengan parameter seni, kontes kambing perah menekankan pada parameter fungsi produksi dan fungsi utama seekor kambing perah. Penekanan bobot penilaian lebih kepada system produksi susu (mammary system) dan karakter perah (dairy character), lebih jelasnya dapat anda lihat pada table parameter penilaian kontes kambing perah berikut ini:

Tabel 1: Format Parameter Penilaian Kontes Kambing Perah

Sumber: ADGA Dairy Goat Score card

Tabel parameter penilaian kontes kambing perah diatas, menunjukan penekanan yang sangat berbeda dengan penilaian kontes seni. Tampak jelas pada kontes kambing perah, penekanan penilaian terletak pada sistem produksi susu serta karakteristik perah (lingkaran merah), sedangkan nilai fisik seperti bentuk kepala (termasuk telinga dll) adalah penilaian minor yang merupakan sub bagian dari tampilan umum (lingkaran biru).

Setelah memahami beda ke dua jenis penilaian kontes diatas, boleh kita simpulkan bahwa di Indonesia belum ada kontes kambing perah, yang marak diselenggarakan saat ini adalah kontes seni kambing peranakan etawa (PE).

Kesimpulan

Mencermati potensi produksi susu kambing di Indonesia, sangat diperlukan adanya upaya strategis untuk menggiatkan peningkatan mutu kambing perah kita. Jenis kambing yang ada  saat ini,  beberapa  bisa kita gunakan sebagai penghasil susu, kambing peranakan etawa (PE) dan peranakan saanen salah satunya. Sebagai sarana sosialisasi dan penyemarak geliat usaha budidaya kambing perah, perlu diupayakan penyelenggaraan sebuah kontes kambing perah di Indonesia. Penulis berpendapat, tidak terlalu sulit untuk memulainya, karena kita telah memiliki contoh bentuk atau format kontes yang telah dilakukan sejak lama di Negara lain seperti Amerika dan Australia. Kita bisa melakukan duplikasi untuk hal yang sesuai dan melakukan penyesuaian pada bagian yang kurang pas diaplikasikan di Indonesia.

Sudah saatnya seekor kambing diberdayakan sesuai fungsi utamanya, dalam hal ini kambing perah harus diarahkan sebagai ternak penghasil susu kambing. Penulis yakin bahwa manfaat ekonomis kambing perah sangat membantu peternak rakyat dalam hal penopang hidup keluarga. Syaratnya adalah berproduksi susu kambing secara efektif dan efisien  didukung kualitas kambing perah unggul. Sebuah keberhasilan harus disertai upaya keras, tidak ada hal besar yang diperoleh dengan jalan instan. Majulah peternak kambing perah Indonesia, salam kandang bambu🙂.

Sumber :

– Dokumen pribadi

– Facebook Aspenas Jatim

– Dairy Goat Judging Tool, Cooperative Extension Program Prairie View A&M University, Texas.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: