Pentingnya Deteksi Dini terhadap Mastitis pada Kambing Perah

16 11 2010

Oleh: Arief Kandang Bambu, November 2010

Alhamdulillah dan terimakasih saya sampaikan pada pemirsa setia Kandang Bambu weblog, pada kesempatan kali ini saya ingin sharing tentang penyakit mastitis pada ternak kambing perah. Saya yakin peternak kambing perah sekalian pernah menemui dan mengalami ternaknya terjangkit penyakit ini. Bahkan di beberapa tempat peternak penyakit ini menyebabkan kecacatan dan kematian pada ternak kambing yang dimiliki.

Mastitis disebabkan oleh bebrapa hal, bisa karena infeksi bakteri, bentuk fisik ambing dan sanitasi atau lingkungan kandang. Secara lebih rinci akan saya uraikan penyebab mastitis sebagai berikut:

  • Bakteri atau kuman: saat periode kering adalah saat awal  kuman penyebab mastitis menginfeksi, karena pada saat itu terjadi hambatan aksi fagositosis dari neutrofil pada ambing, Sori et al (2005). Dinyatakan lebih lanjut oleh Akoso (1996), bahwa berbagai jenis bakteri telah diketahui sebagai agen penyebab penyakit mastitis, antara lain : Streptococcus agalactiae, Str. Disgalactiae, Str. Uberis, Str.zooepidemicus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Enterobacter aerogenees dan Pseudomonas aeroginosa. Ditambahkan oleh Swartz (2006) bahwa yeast dan fungi juga sering menginfeksi ambing, namun biasanya menyebabkan mastitis subklinis.
  • Bentuk fisik ambing: Faktor predisposisi radang ambing dilihat dari segi ternak,  meliputi: (1) bentuk ambing, misalnya ambing yang sangat menggantung, atau ambing dengan lubang puting terlalu lebar (Subronto, 2003), (2) bentuk  puting,  ada dan tidaknya lesi pada puting mempengaruhi kejadian mastitis. Hasil penelitian Sori et al (2005)  menunjukkan bahwa prevalensi mastitis pada puting pendulous mencapai 77,78%, sedangkan pada puting non pendulous mencapai 50%. Puting yang lesi memungkinkan prevalensi mastitis sebesar 84%, sedangkan pada puting normal sebesar 47,74%.
  • Faktor usia ternak: Faktor umur dan tingkat produksi susu juga mempengaruhi kejadian mastitis. Semakin tua umur ternak dan semakin tinggi produksi susu, maka semakin mengendur pula spinchter putingnya. Puting dengan spincter yang kendor memungkinkan ternak mudah terinfeksi oleh mikroorganisme, karena fungsi spinchter adalah menahan infeksi mikroorganisme. Semakin tinggi produksi susu seekor induk kambing, maka semakin lama waktu yang diperlukan spinchter untuk menutup sempurna (Subronto, 2003).
  • Faktor lingkungan kandang: Faktor lingkungan dan pengelolaan peternakan yang banyak mempengaruhi terjadinya radang ambing meliputi: pakan, perkandangan, banyaknya kambing dalam satu kandang, ventilasi, sanitasi kandang dan cara pemerahan susu. Pada ventilasi jelek, mastitis mencapai 87,5%, ventilasi yang baik mencapai 49,39% (Sori et al., 2005).

Setelah kita pahami faktor pemicu penyakit mastitis, langkah terbaik selanjutnya adalah melakukan langkah pencegahan atau pengobatan sedini mungkin agar kasus mastitis akut bisa dihindari. Langkah paling efektif yang bisa dilakukan sementara ini guna mendeteksi mastitis sub-klinis pada ternak perah adalah dengan melakukan uji California Mastitis Test (CMT). Hingga saat ini California Mastitis Test (CMT) adalah satu-satunya alat screening tes mastitis subklinis yang diakui keakuratannya dan cukup terjangkau oleh peternak. Aplikasi yang mudah dan hasil pemeriksaan yang relatif cepat & akurat menjadikan alat ini sebagai alat wajib pada farm-farm sapi dan kambing perah ternama.

Mengapa uji mastitis subklinis saya anjurkan? Karena pada kondisi subklinis ternak tidak merasakan jika ia sudah terserang mastitis, selain itu gejala-gejala kronis seperti meningkatnya suhu ambing, ternak gelisah dan menghentakkan kaki jika diperah, hingga perubahan bentuk air susu tidak nampak pada kondisi subklinis ini. Peternak atau pemerah pada kondisi ini juga tidak menyadari bahwa ternaknya sudah terserang mastitis. Deteksi dini mengetahui ternak terserang mastitis menjadikan penanganan untuk mencegah serangan mastitis parah, lebih mudah dilakukan.

Kandang Bambu saat ini menggunakan California Mastitis Test sebagai prosedur wajib yang harus dilakukan sebelum pemerahan dilakukan. Jika terdapat indikasi serangan mastitis, segera ternak ditandai dan dilakukan treatment untuk mencegah penyakit semakin parah. Kami sadar, nilai kambing laktasi sangat mahal sehingga sayang jika karena kecerobohan dan ketidaktahuan akhirnya kambing tersebut terserang mastitis. Alat ini juga sangat efektif membantu kita memeriksa ternak laktasi yang akan kita beli, apakah terjangkit mastitis atau kondisi ambingnya sehat.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana jika ternak kita terlanjur terserang mastitis akut? Berikut ini beberapa penanganan atau pengobatan yang bisa dilakukan:

Lay dan Hastowo (2000) menyatakan bahwa sebelum menjalankan pengobatan sebaiknya dilakukan uji sensitifitas. Resistensi Staphylococcus aureus terhadap penicillin disebabkan oleh adanya β- laktamase yang akan menguraikan cincin β- laktam yang ditemukan pada kelompok penicillin. Pengobatan mastitis sebaiknya menggunakan Lincomycin, Erytromycin dan Chloramphenicol.

Disinfeksi puting dengan alkohol dan infusi antibiotik intra mamaria bisa mengatasi mastitis. Injeksi kombinasi penicillin, dihydrostreptomycin, dexamethasone dan antihistamin dianjurkan juga. Antibiotik akan menekan pertumbuhan bakteri penyebab mastitis, sedangkan dexamethasone dan antihistamin akan menurunkan peradangan (Swartz, 2006). Mastitis yang disebabkan oleh Streptococcus sp masih bisa diatasi dengan penicillin, karena streptococcus sp masih peka terhadap penicillin (Sori et al., 2005).

Demikian sedikit hal tentang penyakit mastitis yang bisa saya sharing untuk pembaca Kandang Bambu weblog sekalian. Mudah-mudahan yang sedikit ini dapat menambah wawasan dan pemahaman kita semua terhadap penyakit yang sangat sering menyerang ternak kambing laktasi kita semua. Sekali lagi saya tekankan bahwa pencegahan dan penanganan sejak dini sangat dianjurkan daripada pengobatan setelah ternak terserang mastitis akut, salam kandang bambu 🙂

Referensi:

”MASTITIS PADA SAPI PERAH” Oleh: Drh. Imbang Dwi Rahayu, Mkes. Staf Pengajar Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. http: //imbang.staff.umm.ac.id/…/MASTITIS-PADA-SAPI-PERAH.doc

http://www.docstoc.com/docs/37075602/mastitis

 


Aksi

Information

23 responses

16 11 2010
imran

aslm, mantap, ini artikel yg saya tunggu tunggu. matur nuwun.
btw. masitis tes yg terjangkau berapa anggarannya mas arief?

16 11 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, jumpa lagi uda imran. Terimakasih masih setia mengunjungi kandang bambu weblog, rincian harga saya kirim ke inbox FB pak Imran. Salam kandang bambu:)

17 11 2010
lalu damanhuri

Pernah beberapa kali terjangkit pada kambing peliharaanku (Etawa). Beberapa ekor tidak bisa diselamatkan (mati), dan sebagain masih bisa bertahan dengan diberikan suntikan antibiotoka steriptomycin dan parasetamol.

19 11 2010
Asep M.

Dear Mas Arief,
Saudara jauh yang terasa dekat….
Luar biasa dan mantaap, artikel yang sangat membantu dan wajib untuk dikuasai oleh semua farm yang bergerak di kambing perah. Bolehkah saya juga dikirim infonya untuk produk tersebut?
Pertanyaan saya ada beberapa produk yang digunakan pada saat masa kering, seberapa efektif produk ini untuk mencegah mastitis? kapan waktu yang tepat diinject? setelah masa laktasi selesai atau sudah hamil?
Hatur nuhun.
Salam,

Asep M.

20 11 2010
Arief Rachman W.

Dear Pak Asep, terimakasih masih mampir di Kandang Bambu weblog. Info tentang California Mastitis Test (CMT) saya kirim ke email exotic farm. Menyikapi pertanyaan kang Asep, saya pribadi lebih cenderung mengaplikasikan pencegahan sederhana namun cukup efektif dan mudah. Cara sederhana yang saya maksud adalah menjaga kebersihan kandang induk, penanganan khusus dan peraatan tersendiri untuk induk yang dicurigai terkena mastitis, perlakuan pemerahan yang tepat dan teratur serta selalu melakukan deeping puting pasca memerah.
Saya agak kurang faham tentang produk dan kandungan dari obat yang digunakan saat masa kering pak, apalagi tujuannya untuk mencegah mastitis. Mungkin kang Asep bisa memberitahu saya merek dan kandungan obat tersebut? Setahu saya yang beredar banyak adalah obat-obatan untuk mengobati mastitis bukan mencegah. Obat-obatan tersebut biasanya berisi antibiotik, antihistamin atau anti peradangan. Diaplikasikan dengan injeksi intramamary dengan terlebih dahulu mengeringkan atau memerah ambing yang terinfeksi mastitis hingga tuntas.
Menurut saya dari sedikit yang saya pahami kang, salah satu kunci menangani mastitis adalah mengidentifikasi penyakit tersebut sedini mungkin. CMT saat ini setahu saya adalah yang paling efektif dan efisien mendeteksi mastitis secara dini. Mohon maaf jika jawaban saya tidak memuaskan Akang, semata-mata adalah karena keterbatasan pemahaman saya, maklum masih belajar kang:).
Hatur nuhun, salam kandang bambu🙂

28 11 2010
Wulan

asw
deteksi dini pada kambing perah sulit dilakukan pada peternak rakyat dikarenakan kurang pengetahuan dan ilmu.

29 11 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam. Salam kenal mbak Wulan, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Alhamdulillah saat ini pemahaman peternak rakyat jauh lebih baik, terutama peternak kambing perah. Aplikasi deteksi dini terhadap mastitis sangat mudah dan relatif murah, saya sendiri adalah peternak rakyat dan mampu dengan mudah melakukan deteksi tersebut. Jika mbak Wulan mau mempelajari lebih dalam saya yakin juga akan mampu melakukan seperti yang kami (peternak rakyat) lakukan. Selamat belajar & Salam kandang bambu🙂

30 11 2010
nizar

Mas arief, saya pesan satu set CMT nya, sekalian kalo ada stok vagina buatan untuk menampung semen kambing saya butuh satu mas. berapa yang harus saya transfer sekalian ongkos kirimnya ke cilacap ? thx.

30 11 2010
Arief Rachman W.

Siap mas Nizar, pesanan CMT besok Insya Alloh bisa dikirim. Namun saya belum bisa janji untuk vagina buatannya, saya akan infokan segera. Terimakasih atas kepercayaannya, salam kandang bambu🙂

2 12 2010
widianto

Salam kenal mas terima kasih atas artikel ini, pernah anak kambing keguguran dan susu kambing banyak karena tidak tega hanya satu ambing yang diperah dan dua hari tidak diperas gak taunya yang satu kantong ambingya mengeras krn tdk tau kami biarkan mungkin karena nasib aja kambing itu masih hidup, namun sampai sekarang saya tidak berani ngawinkan karena tidak terlalu sehat dan kami punya tantangan karena kami ada di madura yang notabene iklim cuaca kering., serta tentang artikel ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kami di Kab Sumenep

2 12 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas widianto, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Mudah-mudahan apa yang kandang bambu sampaikan melalui artikel dan liputannya bermanfaat bagi kemajuan peternak kambing perah Indonesia. Salam kadang bambu🙂

9 12 2010
Nizar

Mas, CMT sdh dtg dan sdh sy coba. Hasilnya luar biasa. Sensitif sekali thd ketidakberesan ambing. Sy jd tahu ternyata bbrp ekor induk laktasi sy kena mastitis kronis dan langsung sy treatment spy gak berkelanjutan mastitisnya. Thx mas.

20 12 2010
Arief Rachman W.

Alhamdulillah jika CMT-nya berfungsi maksimal untuk membantu meningkatkan kualitas ternak dan produk hasil ternak mas Nizar. Salam kandang bambu🙂

12 12 2010
ashofi

mas sya mau tanya . teknik pemasaran susu kambing tu gmana mas???
di wilayah pedesaan dan perkotaan kecil…..
karna di tempat saya banyak peternak kambing perah dimana seakan-akan susunya tdak pernah dmanfaatkan….. ( di jual dll.) namun hanya diambil untungnya dari anakan nya

20 12 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas Ashofi, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Untuk wilayah pedesaan dan kota kecil mungkin sedikit ada hambatan utamanya tentang harga susu kambing yang relatif masih mahal. Namun hal itu bisa disiasati dengan menyasar pada segmen pasar yang tepat, antara lain pasarkan dirumah sakit dan orang-orang yang memiliki handicap kesehatan paru, osteoporosis, demam berdarah dll. Selain itu saran sya sebaiknya jangan terfokus pada pasar daerah anda saja, usahakan mampu menjangkau kota lain yang lebih potensial dengan menguasai cara pengiriman jarak jauh. Demikian semoga bermanfaat, salam kandang bambu🙂

22 12 2010
islami forum

Tanks you blog administrator

11 02 2011
hendra

bisa mnta dapus tentang tu semua????

11 02 2011
hendra

tolong di balas ni penting buat skripsi saya…
terima kasih sebelumnya..

25 03 2011
lisasagung

salam kenal mas Arief, aku baru punya bligon 5 ekor indukan dan pejantan 1 ekor, rencana mau nambah lagi indukan, cuma dari 5 ekor hanya dihasilkan susu rata2 perhari 600ml(diperah 2 ekor), nah yg satu ekor setelah melahirkan terkena mastitis akut, aku kompres dengan air suruh merah plus garam , plus suntik antibiotik e,..malah puting n jaringan ambingnya rusak bahkan lepas (aku sedih …), kasih saran mas aku ga ngerti koq bisa gitu…oh,ya..ada tip perawatan n kandang yang ideal? makasih bangettt………….

10 05 2011
DIDIK HARTADI

tolong di sampaikan harganya.

25 05 2011
yuyus saripudin

asslm.. mas arif minta info harga CMT-nya, sekalian ongkos kirim ke cibinong bogor. saya baru 4 bulan berternak kambing perah, sepertinya kambing laktasi saya terkena mastitis. namun saya tidak tahu cara mengatasinya, dan tidak tahu dimana membeli obat²an yg ma arif beritahukan. trimakasih sebelumnya…

8 11 2011
Irwan

Salam ternak.
sukses buat kandang bambu.
Saya mau tanya mas.
■ kEmaren baru beli induk, taunya ambing susunya besar sebelah.
■ pada induk yang hamil, apakah boleh susunya di perah,
Kalau boleh sampai berapa lama?
Karena saya baru memulai usaha. Tanpa ada pengetahuan & bimbingan sedikitpun.

5 05 2012
E Adi Hidayat

Mohon info harga 1 set CMT, insyaallah suatu saat sy pesan. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: