Penanganan Produksi Susu Kambing

17 04 2010

Penulis: Arief “Kandang Bambu”

Susu kambing dikenal sebagai minuman bernutrisi tinggi dengan harga yang lumayan mahal. Lebih dari itu, susu kambing dalam pemanfaatannya kebanyakan digunakan sebagai “obat” bagi penderita penyakit tertentu. Tingginya harga dan pentingnya manfaat susu kambing, membuat tinggi pula tuntutan konsumen terhadap kualitas susu kambing. Harga yang mahal umumnya seiring dengan tingginya standar kualitas yang diinginkan konsumen, hal ini tidak bisa dihindari oleh peternak atau produsen susu kambing. Pertanyaan besar yang harus dijawab oleh para produsen susu kambing adalah, “Sudahkan susu kambing yang anda hasilkan ditangani dengan baik dan benar?” Berikut ulasan singkatnya…..

Beberapa waktu yang lalu, saya memperoleh informasi dari salah satu peserta pelatihan yang diadakan oleh KANDANG BAMBU MANAGEMENT. Populasi ternak kambing perah di daerahnya cukup besar dan menghasilkan potensi susu kambing yang lumayan banyak, namun demikian mereka kesulitan dalam menjual susu kambing yang dihasilkan. Selanjutnya saya tanyakan bagaimana mereka menangani susu kambing yang mereka produksi? Dijelaskan bahwa mereka menangani susu yang dihasilkan dengan sederhana, hanya diperah dan dikemas dalam kantong plastik gula. Mereka kebanyakan juga tidak memiliki alat pendingin “freezer” untuk menyimpan susu kambing.

Cerita diatas adalah hal umum yang terjadi pada peternak kambing perah di sekitar kita. Kebanyakan dari peternak mengetahui potensi memperoleh penghasilan besar dari menjual susu kambing, namun tidak mengerti proses handling susu yang benar. Hal ini tentunya berakibat tidak baik terhadap kualitas susu kambing  yang dihasilkan yang pada ahirnya menimbulkan kekecewaan pada konsumen.

Secara umum langkah penanganan produksi susu kambing yang baik terbagi dalam beberapa tahapan, antara lain adalah sebagai berikut:

PEMERAHAN

Proses awal penangan susu kambing yang baik adalah pada tahap pemerahan. Usahakan pemerahan dilakukan di kandang perah khusus, hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lokasi pemerahan. Selanjutnya, kambing yang akan diperah harus yang sehat dan tidak dalam kondisi perawatan/pengobatan terhadap sakit tertentu. Pastikan tenaga pemerah memiliki kemampuan memerah yang baik dan benar. Tidak kalah pentingnya agar selalu menggunakan wadah dan alat perlengkapan perah yang bersih dan steril.

PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN

Setelah selesai proses pemerahan, segera bawa susu ke tempat pengolahan. Langkah awal pengolahan adalah pengujian mutu susu hasil pemerahan. Uji sederhana yang dapat dilakukan oleh peternak antara lain; uji berat jenis (BJ), uji bau, warna, dan uji alkohol untuk mengetahui susu terkontaminasi kambing mastitis atau tidak.

Setelah dipastikan susu dalam keadaan baik, lakukan proses penyaringan dan pasteurisasi untuk memastikan susu tidak mengandung kotoran dan bakteri yang merugikan. Langkah berikutnya adalah lakukan proses pengemasan dan simpan dalam alat pendingin (freezer). Agar bisa disimpan dalam waktu maksimal, pastikan suhu mesin pendingin tepat, indikator suhu dan lama penyimpanan yang dihasilkan dapat dilihat pada gambar berikut:

DISTRIBUSI

Distribusi yang dimaksud adalah jaminan bahwa susu kambing diterima oleh konsumen (end user) tetap dalam kondisi baik. Guna mencapai hal itu, maka harus diperhatikan kemasan untuk me-ngepak susu yang akan dibawa atau dikirim ke konsumen. Pembelian susu diatas 1 liter sebaiknya dikemas dalam sterofoam agar susu tetap beku dan dalam kualitas baik.

Pemilihan alat transportasi untuk pengiriman jarak jauh memegang peranan sangat penting. Jika kita adalah peternak kecil yang belum memiliki armada khusus, maka harus cerdas memilih alat transportasi yang hemat dan tepat waktu. Contoh alat transportasi yang bisa digunakan adalah travel, cargo udara dan bus antar kota.

Demikian sedikit uraian tentang penanganan susu kambing pasca pemerahan. Mudah-mudahan bisa menjadi wawasan dan bahan diskusi bagi kawan-kawan peternak sekalian. Jika ada uraian dan kata-kata yang kurang tepat saya mohon maaf dan koreksinya. Salam kandang bambu:)

Sumber tulisan:

– Mudul Pelatihan Beternak Kambing Perah KANDANG BAMBU MANAGEMENT, 2-4 Apri 2010


Aksi

Information

16 responses

17 04 2010
raisuli

Ass,

Saya pernah juga ikut kursus kambing perah, tapi tidak pernah dijelaskan secara detail proses test BJ, bau, warna , alkohol & pasteurisasi. Kalo tidak keberatan boleh saya minta penjelasan detailnya ???…saat ini saya memang belum mengarah ke kambing perah..namun utk pengetahuan tidak ada salahnya kan..apa lagi gratis..he…he…he….. Matur suwun sanget yo… Wass.

18 04 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam pak raisuli, maturnuwun sudah mengunjungi kandang bambu weblog. Tidak ada yang terlau rumit dalam pengujian kualitas susu tersebut pak, hanya dibutuhkan beberapa alat saja untuk membantu. Tes berat jenis susu (BJ) memerlukan sebuah alat yang dikenal dengan laktodensimeter, cara kerjanya sederana tinggal celupkan pada air susu kambing yang dijadikan sample. Kemudian lihat parameter ukuran pada leher laktodensi, BJ susu kambing ideal adalah pada kisaran 26-28. Uji bau dan warna lebih sederhana lagi pak, tinggal dipanaskan saja sample susu pada suhu 40-50 derajat C, sambil terus diaduk akan keluar uap dengan bau khas susu. Saat pengadukan akan anda lihat warna susu yang baik biasanya berwarna putih sedikit hijau atau kebiruan.

Uji alkohol dilakukan untuk melihat kadar keasaman susu dan adanya penyakit pada ambing ternak yang menghasilkan susu tsb. Prinsipnya adalah melihat koogulasi atau bentukan partikel kecil (curd) pada wadah uji. Cara kerjanya, campurkan alkohol 75% dengan susu, kemudian bolak-balik wadah uji beberapa kali dan lihat. Jika terjadi koogulasi maka akan nampak partikel halus “curd” pada permukaan bagian dalam tabung/wadah uji.
Proses pasteurisasi susu membuthkan beberapa alat pak, antara lain panci stainless, termometer dan penanda waktu (jam). Cara kerjanya, panaskan susu dalam wadah panci ,gunakan panci doble di isi air untuk menghindari pemanasan langsung. Sambil terus diaduk pertahankan suhu susu pada 70-72 drajat (15 detik), atau 60-62 drajat (30 menit). Selanjutnya segera dinginkan, kemas dan simpan dalam freezer.
Demikian sharing dari saya pak, memang akan lebih mudah dipahami jika di-demo-kan. mohon maaf jika ada yang tidak pas dalam penjelasan saya, karena keterbatasan pengetahuan saya yang masih belajar ini pak. Mudah-mudahan bermanfaat,salam kandang bambu:)

18 04 2010
raisuli

Ass,

Wah terima kasih banyak penjelasannya mas Arif… Ada beberapa buku yang saya baca cuma tidak sedetail njenengan.

Sukses selalu untuk Kandang Bambu .

Wass

18 04 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, sama-sama pak raisuli. Alhamdulillah jika apa yang saya tulis bermanfaat, mudah-mudahan kita semua bisa terus belajar dan meningkatkan kemampuan beternak dengan diskusi dan sharing pengalaman bersama.
Sukses juga untuk Binella Farm, kapan-kapan saya ingin silaturahmi jika diperkenankan. salam kandang bambu:)

18 04 2010
RACHMAD DWI SANTOSO

Ass. wr. wb.
Salam Kandang Bambu,….mas arief aq mo tanya?, kalau aq pengen tahu kandungan yang ada dalam air susu kambing hasil perahanq gimana caranya?. Karena kalau kita mau bikin dalam kemasan khan kita harus informasikan kandungan dan bahan apa saja yang ada dalam kemasan tersebut.
Terima kasih.

18 04 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam warahmautllahi wabarokatuh. Jika pak Rahmad ingin mencantumkan kandungan susu kambing secara umum bisa diperoleh dari buku atau artikel penelitian yang banyak terdapat di Internet (jgn lupa cantumkan sumbernya:). Namun jika ingin mengetahui detil kandungan serta persentase susu kambing produksi anda, bisa dilakukan dengan melakukan uji laboratorium. Mungkin pak Rahmad bisa ujikan di KUD Susu yg memiliki alat lengkap atau ujikan di lab fakultas peternakan. Setahu saya seperti itu pak, mungkin kawan-kawan pemirsa kandang bambu ada yang bisa juga membantu saya persilahkan. Salam kandang bambu:)

20 04 2010
Asep M.

Dear Kang Arief,
Alhamdulillah artikel yang sangat bermanfaat, baik untuk si produsen maupun konsumen susu kambing.
Mudah-mudahan melalui artikel ini serta “kampanye susu kambing sehat dan steril” dari seluruh insan peternakan akan membangun standar baku terhadap penanganan produk susu kambing. Sehingga keamanan si konsumen sebagai target market bisa dijaga.
Bravo! “Kandang Bambu” atas sumbangan artikel yang sangat bermanfaat.

Salam,

Asep M./Exotics Farm

20 04 2010
Arief Rachman W.

Terimakasih banyak atas dukungannya kang, saya hanya membagi yang saya bisa kang. Alhamdulillah jika bermanfaat, mudah2han kita semua peternak indonesia mau untuk terus belajar dan eningkatkan skill beternak. Sehingga mampu menghasilkan produk peternakan berkualitas dan kompetitif. Sukses selalu peternak indonesia dan juga exotic farm, salam kandang bambu:)

24 04 2010
Yusuf

Asslm.Salam kandang bambu.Saya yusuf pak ingin tanya hrg kambing yg siap u diperah itu brp?Dan jenisxa spt apa?Trims

25 04 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, salam kenal pak yusuf terimakasih telah mgengunjungi kandang bambu weblog. Mengenai harga kambing perah bervariasi tergantung jenis dan kondisinya pak, kisaran 1,5 juta keatas/ekor. Sepanjang pengetahuan saya ada beberapa jenis kambing perah yang dikembangkan di Indonesia, antara lain jenis peranakan etawa (PE) baik kaligesing ataupun senduro, sanen dan benggala. Salam kandang bambu:)

2 06 2010
Salim

Assalamu’alaykum pak Arif. saya insyaallah berencana menginfestasikan sebagian modal saya untuk beternak kambing etawa. sy tertarik karena kambing ini bisa dimanfaatkan daging dan susunya sekaligus. sy sngt berharap, beternak kambing ini bisa memberi solusi sebagai penopang keuangan keluarga jangka panjang.
1. berapa lama perkiraan waktu yg dibutuhkan dari mulai merintis usaha sampai bisa menghasilkan keuntungan
2. sy bertmpt tinggal di surabaya, jika saya menyerahkan pengelolaannya pd orang lain yg berada pd daerah potensial untk beternak kambing, apa saran bapak buat saya?
sblmnya trims ats jawabannya. semoga Allah membalas bapak dgn kebaikan yg banyak.

3 06 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh, terimakasih telah mengunjungi kandangbambu weblog pak Salim. Senang bisa berkenalan dengan bapak, saya doakan semoga rencana baik bapak diberikan kemudahan oleh Alloh, amin.
1. berapa lama perkiraan waktu yg dibutuhkan dari mulai merintis usaha sampai bisa menghasilkan keuntungan?
Lama waktu yang dibutuhkan untuk sukses dalam usaha ternak kambing perah ini sangat relatif pak Salim. Sulit bagi saya untuk memperkirakan berapa lama usaha bapak tersebut mencapai kondisi ideal. Menurut pengalaman saya pribadi, tahun pertama merupakan tahun krusial dalam sebuah usaha. Agak sulit mengharapkan keuntungan pada tahun awal pak, saya baru merasa mendapatkan sedikit keuntungan finansial setelah 1,5 tahun usaha saya berjalan.
Biasanya tahun awal merupakan tahap membangun produk, pasar, jaringan/relasi dan pemantapan skil / managerial usaha. Insya Alloh dengan kerja keras, pantang menyerah dan komitmen tinggi, usaha bapak bisa berkembang dengan baik.

2. sy bertmpt tinggal di surabaya, jika saya menyerahkan pengelolaannya pd orang lain yg berada pd daerah potensial untk beternak kambing, apa saran bapak buat saya?
Jika memang kondisi bapak mengharuskan untuk menyerahkan pengelolaan pada orang lain, menurut saya kata kuncinya adalah: Orang yang mengelola tersebut haruslah amanah, dan profesional. Kalau bisa orang tersebut sudah bapak kenal dengan baik dan memiliki skill beternak kambing (perah) yang baik pula. Mengapa pengelola harus memiliki skill beternak yang baik, karena beternak kambing perah lebih rumit daripada beternak kambing lain. Banyak hal yang harus dikuasai antara lain; memahami ciri fisik ternak kambing perah ideal, memahami jenis pakan ternak baik hijauan maupu pakan tambahan (konsentrat) dan penyusunan ransum pakan sesuai kondisi fisiologis ternak, mengerti tentang kesehatan ternak serta mengerti handling susu dan hasil produksi ternak kambing perah.
Lebih dari semua itu, kontrol secara managerial maupun kunjungan langsung harus bapak Salim lakukan secara berkala utamanya di tahun awal perjalanan usaha tersebut.
Demikian sedikit sharing saya atas pertanyaan bapak Salim, mudah-mudahan bermanfaat. Terimakasih atas doa bapak pada saya, semoga Alloh juga memberi jalan dan kemudahan atas usaha baik yang bapak lakukan. Salam kandang bambu:)

28 06 2010
Nurkhozin Aziz

mas, punya info kambing sanen?
boleh saya main ke kandang bambu manajemen?

28 06 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal bapak Nurkhozin, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Kami ada info tentang kambing sanen pak, tergantung kebutuhan dan spek yang bapak inginkan. Silahkan jika ingin maen ke tempat kami yang sederhana, kami tunggu kedatangannya dengan pemberitahuan terlebih dahulu. Salam kandang bambu:)

30 08 2010
mohammad yahya

bos ,.. gmn cara mengolah nya untuk sampai jadi bubuk susu ,,, klu ada pelatihan dan di jual alat proses jadi bubuk susu nya ,.. sy tertarik untuk buka peluangnya bos,.. makasih

6 01 2011
tony_sapi

Boss Arief,
Bagaimana penentuan standarisasi persusuannya, apakah sudah ada final result nya
Saya siap untuk mengikuti apa yg di tentukan Boss.
Terimakasih dan salam hormat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: