Pentingnya Saluran Distribusi, Bagi Produsen Susu Kambing

22 01 2012

Penulis: Arief 2012

OVERVIEW

Belakangan penulis sering mengamati perdebatan mengenai standarisasi harga produk susu kambing. Berbagai pendapat dan argumentasi disampaikan kawan peternak, mulai harga Rp. 5000/liter hingga Rp.10.000/ botol 250ml. Mungkin tidak ada yang salah dari semua pendapat tersebut, yang berbeda menurut penulis adalah sudut pandang analisa penentuan harganya. Memang tidak sesederhana itu menetapkan standart harga, banyak komponen yang harus diperhatikan. Salah satu komponen penting yang kadang terlewat adalah distribusi produk susu kambing.

PENGERTIAN DAN PENTINGNYA SALURAN DISTRIBUSI

Menurut American Marketing Association dalam Swastha  2008, menyatakan saluran distribusi merupakan suatu struktur unit organisasi dalam perusahaan atau luar perusahaan yang terdiri atas agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, dimana sebuah komoditi, produk, atau jasa dipasarkan. Secara sederhana bisa penulis simpulkan, bahwa proses distribusi bisa dilakukan langsung atau melalui perantara oleh produsen dalam hal ini peternak produsen susu kambing.

Keputusan menentukan proses distribusi produknya, peternak harus memperhatikan beberapa faktor, antara lain:

  1. Kuantitas produksi susu yang dihasilkan.
  2. Kemampuan sumberdaya manusia dan dukungan permodalan
  3. Luas area pasar yang dilayani
  4. Letak geografis

Sangat dimungkinkan beberapa peternak produsen susu kambing, memandang saluran distribusi bukan merupakan suatu hal yang penting. Hal ini biasanya didasari oleh kapasitas produksi yang masih kecil(sedikit) dan melayani area pasar yang sempit. Namun pandangan tersebut bisa berubah drastis, manakala kapasitas produksi susu kambing telah membesar dengan tuntutan melayani area pasar yang lebih luas. Produk susu kambing mentah (fresh milk), memiliki karakteristik unik  yang memerlukan keahlian tersendiri dalam penanganan distribusinya, sehingga bisa diterima end user dalam kondisi bagus.

MODEL DISTRIBUSI PRODUK SUSU KAMBING

Model distirbusi langsung seperti gambar A, adalah yang saat ini banyak diterapkan oleh sebagian besar peternak produsen susu kambing Indonesia. Distribusi langsung cocok diterapkan, karena profil  peternak kambing perah Indonesia saat ini  cenderung menyebar dengan jumlah produksi susu sedikit (2-5 liter/hari). Namun demikian jika produksi susu kambing dalam jumlah banyak (>20 liter/hari), peternak akan kesulitan mengaplikasikan distribusi langsung. Tuntutan dari produksi tinggi adalah keharusan melayani pasar yang lebih luas, tentunya biaya yang diperlukan untuk hal itu cukup besar.

Model saluran distribusi pada gambar B, lebih cocok diterapkan oleh peternak produsen susu kambing kapasitas besar. Menggunakan perantara distributor lebih efektif dan efisien bagi produsen , karena ongkos penyaluran produk diambil alih oleh distributor dalam bentuk agen ataupun pedagang besar. Peternak hanya melakukan pelayanan pembelian kapasitas besar,  yang bisa menjamin keberlangsungan serapan hasil produksinya. Proses ritel akan dilakukan oleh perusahaan penyalur menuju konsumen akhir.

PENGARUH RANTAI DISTRIBUSI TERHADAP HARGA SUSU KAMBING

Semakin panjang rantai distribusi produk susu kambing, tentunya menimbulkan komponen biaya tambahan. Pertanyaan yang timbul kemudian, seberapa panjangkah rantai distribusi yang diperlukan? Menentukan rantai distribusi  sangat dipengaruhi oleh hal-hal berikut:

  1. Pasar potensial (potential Market) yang dilayani
  2. Daya beli konsumen
  3. Kondisi geografis

Mempertimbangkan hal tersebut diatas berkorelasi dengan pos-pos biaya, otomatis terakumulasi pada struktur penetapan harga. Disinilah harga ideal produk susu kambing bisa terpengaruh, dan sangat strategis bagi keputusan penetapan harga ( pricing strategy ).

KESIMPULAN

Saluran distribusi adalah isu strategis bagi produsen maupun calon produsen susu kambing dalam rencana produksinya. Ketepatan strategi distribusi produk susu kambing, adalah salah satu komponen penting penentuan harga dan rancangan kapasitas produksi. Susu kambing menurut penulis adalah kategori produk fungsional, yang cenderung dibutuhkan oleh konsumennya. Kualitas produk dan kemudahan konsumen memperoleh produk, adalah factor yang sangat mempengaruhi presepsi harga. Ingat, presepsi mahal atau murah sepenuhnya ada pada konsumen. Semoga bermanfaat, salam kandang bambu:)

Referensi:

-          Swastha DH. Basu, Irawan: Manajemen Pemasaran Moderen, edisi 13, Liberty, Yogyakarta, 2008.

-          http://tribune.com.pk/story/235323/punjab-milk-boards-ordinance-ineffective-for-past-30-years/

About these ads

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: