PEMASARAN PRODUK SUSU KAMBING

6 08 2011

Penulis: Arief Rachman W (Kandang Bambu management Agustus 2011)

Satu tahun belakangan ini, perkembangan peternak kambing perah di Indonesia (khususnya pulau Jawa) cukup tinggi. Sebelumnya sentra peternak kambing perah banyak terdapat di Jawa Barat, daerah Bogor dan sekitarnya. Tiga tahun belakangan ini, sentra-sentra baru banyak tumbuh di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perkembangan ini tentunya menumbuhkan optimisme tentang perkembangan industry peternakan kambing perah dan tentunya prospek bisnisnya kedepan.

Sesuatu yang mulai tumbuh (berkembang) biasanya identik dengan permasalahan-permasalahan yang timbul, begitu pula dengan Industri peternakan kambing perah ini. Mulai dari permasalahan ketersediaan bibit, kualitas SDM, regulasi, bimbingan pembinaan peternak dan masih banyak lagi. Pada kesempatan ini, penulis mencoba berbagi tentang salah satu permasalahan yang cukup banyak dihadapi yaitu permasalahan pemasaran susu kambing. Pemasaran sepertinya menjadi problem klasik dari setiap hasil proses produksi, tidak hanya susu kambing tetapi hampir berlaku juga bagi produk maupun jasa lainnya. Oleh karena itu peternak kambing perah atau produsen susu kambing tidak perlu terlalu risau, karena permasalahan pemasaran juga dialami oleh produk atau jasa lainnya.

Ada ungkapan bijak yaitu “tak kenal maka tak sayang”, oleh karena itu sebelum kita mencari jalan keluar permasalahan pemasaran susu kambing alangkah baiknya kalau kita kenali dulu apa itu pemasaran. Banyak dari kita terlalu melihat pemasaran sebagai hal yang sederhana, yaitu proses menjual produk yang kita hasilkan (selling). Cara berfikir demikian menurut penulis kurang tepat, karena menjual (selling) merupakan bagian kecil dari proses pemasaran yang sebenarnya lebih komplek. Mari kita mulai diskusi kita dengan mengenali pemasaran secara lebih komprehensif.

MAKNA PEMASARAN

Pemasaran adalah sebuah proses perencanaan serta pelaksanaan konsep, harga, promosi, distribusi terhadap barang, jasa dan ide menuju keberhasilan tujuan perusahaan (Ebert,Griffin, 2005). Lebih sederhana kita artikan pemasaran adalah proses merencanakan konsep produk, menentukan harga, promosi dan distribusi produk susu kambing yang kita miliki, dalam upaya mencapai tujuan usaha yang kita tetapkan. Detilnya bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Setelah memahami uraian gambar diatas, penulis berharap pembaca sekalian memiliki presepsi sama, bahwa memaknai pemasaran haruslah secara utuh dan komprehensif. Kesimpulannya pemasaran tidak sama dan tidak sesederhana dari sekedar kegiatan menjual suatu produk (selling), harus kita maknai lebih luas. Aplikasi pemasaran untuk produk susu kambing dapat penulis jelaskan sebagai berikut:

Perencanaan Produk Susu Kambing Berkualitas

Susu kambing adalah produk minuman fungsional (functional drink), dimana konsumen membeli khasiat yang terdapat pada susu kambing bukan membeli sekedar minuman susu. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh produsen susu kambing, khususnya peternak kambing perah. Kunci kualitas produk susu kambing maupun olahannya terletak pada kualitas susu murni mentahnya (raw milk). Agar bisa dihasilkan susu kambing mentah berkualitas harus diperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Susu kambing dihasilkan dari Indukan kambing perah yang sehat
  2. Bebas dari residu antibiotic atau kontaminasi obat-obatan lain
  3. Lokasi pemerahan harus bersih
  4. Alat-alat pemerahan berbahan stainless steel atau alumunium
  5. Proses pemerahan dilakukan dengan tata cara yang benar
  6. Kemasan menggunakan bahan yang direkomendasikan untuk mengemas produk susu

Tahapan dasar untuk menghasilkan susu kambing murni mentah berkualitas, masih menjadi pekerjaan rumah bagi mayoritas peternak kambing perah kita. Masih banyak dari produsen susu kambing belum memiliki sarana kandang dan lingkungan kebersihan yang memadai. Bukan berarti kandang harus mahal dan mewah, tetapi poin utamanya adalah kebersihan dan sanitasi kandang harus diperhatikan betul. Penulis sering menerima keluhan dari peternak atau produsen susu kambing yang kesulitan memasarkan hasil produksinya. Setelah diteliti, salah satu penyebab utamanya adalah karena kualitas susu kambing yang dihasilkan sangat rendah. Lokasi kandang yang tidak bersih, serta tata laksana pemerahan seadanya, sehingga berakibat susu kambing yang dihasilkan tidak layak konsumsi.

Kondisi kandang yang bersih dan rapi, serta alat dan proses pemerahan standard, adalah modal berharga bagi peternak. Coba bayangkan jika konsumen bisa melihat langsung kondisi kandang dan proses produksi susu kambing anda, penulis yakin hal itu bisa menjadi keunggulan tersendiri. Lingkungan peternakan yang ideal, bisa mendatangkan potensi bisnis penunjang, berupa wisata edukasi sekaligus sarana murah mempromosikan dan menjual produk susu kambing peternak.

Harga

Harga produk susu kambing adalah elemen penting penunjang suksesnya penjulan. Penentuan harga tidak boleh asal-asalan, ada beberapa factor yang harus diperhatikan antara lain; besaran biaya produksi, biaya distribusi, pajak (jika ada), promosi, psikologis konsumen dan kondisi pesaing. Pendekatan sederhana dalam mendesain harga adalah dengan menentukan total biaya dan menambahkan keuntungan yang diinginkan (mark up)(Kotler, 2003).

Harga susu kambing di pasaran saat ini sangat bervariasi, antara Rp. 15.000,- hingga Rp.50.000,- per liter. Bahkan ada beberapa peternak yang memasarkan susu kambing produksinya pada angka Rp.10.000,- per liter. Pertanyaannya adalah “mengapa ada perbedaan penetapan harga yang begitu besar?” Jawabannya sederhana, anda harus ingat konsumen susu kambing selalu membeli khasiat dan mutu bukan sekedar mencari harga murah. Agar bisa menghasilkan produk susu kambing berkualitas tinggi diperlukan usaha dan biaya yang tidak sedikit, sehingga patut juga didiskusikan “apakah produsen yang menetapkan harga murah sanggup menghasilkan produk susu kambing berkualitas bagus?”

Berapapun harga jual yang ditawarkan produsen susu kambing, sepenuhnya adalah tanggung jawab dan hak masing-masing. Pada akhirnya pasar juga yang memutuskan produk susu kambing dengan kualitas dan harga berapa yang akan diserap. Keputusan penetapan harga adalah hal yang sulit dan kompleks. Perusahaan (peternak/produsen) harus menghitung banyak factor dalam keputusan penetapan harga produknya. Faktor tersebut adalah perusahaan (internal), pelanggan, pesaing dan lingkungan pemasaran. Keputusan penetapan harga haruslah konsisten dengan strategi pemasaran perusahaan, target pasar dan penempatan merek (Kotler & Keller, 2006). Jadi, sudahkah anda menetapkan harga jual Produk susu kambing dengan tepat? :)

Promosi

Komunikasi atau promosi produk, tidak bisa dilepaskan oleh produsen susu kambing dalam upaya mensukseskan penjualan. Cukup banyak contoh sederhana upaya promosi yang telah dilakukan produsen susu kambing. Antara lain adalah dengan membagi-bagikan brosur, iklan surat kabar, memasang spanduk, baliho hingga promosi melalui radio.

Gambar: Contoh Brosur Penawaran Produk Susu Kambing

Usaha promosi diatas adalah bagian dari strategi masing-masing produsen susu kambing dalam menentukan media promosi yang paling tepat. Tujuannya adalah untuk menggerakkan konsumen yang belum mengenal menjadi kenal, paham dan yakin untuk melakukan pembelian produk anda (Jain. C, 1999). Kesimpulannya adalah pilihlah sarana promosi paling tepat untuk produk susu kambing anda, juga tidak kalah penting adalah sesuaikan dengan anggaran promosi yang anda miliki. Tentunya dengan memperhatikan efektifitas promosi terhadap tingkat penjualan produk susu kambing anda.

Distribusi

Kemudahan konsumen memperoleh produk susu kambing, belum banyak menjadi perhatian dari produsen. Pantauan penulis, biasanya lokasi produksi susu kambing berada gak jauh dari kota. Bahkan beberapa peternakan kambing perah berlokasi di lereng-lereng gunung yang sulit dijangkau. Hal ini menjadi permasalahan juga dalam usaha peternak memasarkan susu kambing hasil produksinya. Dampak lain dari letak peternakan yang tidak strategis adalah membengkaknya biaya distribusi, biasanya hal ini dijadikan senjata oleh pengepul untuk menekan harga jual peternak.

Distribusi adalah membicarakan tentang bagaimana membawa produk baru kepada pasarnya (konsumen). Cara sederhana yang bisa dilakukan produsen susu kambing adalah mempekerjakan tenaga penjual (sellesman)  untuk menjual produk susu kambing ke distributor (pengepul), agen, pengecer atau langsung pada konsumen susu kambing (Kotler, 2003). Hal ini dikenal sebagai bagian dari go-to-market strategy.

Aplikasi proses distribusi susu kambing, harus memperhatikan cara pengepakan (packaging) dan alokasi waktu yang dibutuhkan. Hal ini menjadi penting mengingat susu kambing segar harus dikirim dan diterima dalam keadaan beku (frozen) untuk menjaga kualitasnya. Lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi gambar dibawah ini:

Sebenarnya masih ada kendala besar bagi produsen susu kambing dalam hal distribusi pemasaran sekala luas. Kendala tersebut adalah sulit memperoleh ijin edar dari pemerintah dalam hal ini ijin BPOM. Harus ada usaha untuk duduk bersama-sama, antara pemerintah dan pelaku usaha kambing perah dalam rangka mencari solusi hal ini, utamanya bagi produsen susu kambing sekala kecil. Tanpa ada ijin edar, produsesn susu kambing akan kesulitan untuk mengembangkan distribusi pemasaran produknya melalui pasar ritel.

Konsumen

Muara dari rangkaian proses pemasaran produk susu kambing adalah konsumen. Produsen harus sadar bahwa kemampuan memahami kebutuhan konsumen berpengaruh langsung terhadap keuntungan yang akan diperoleh. Semakin baik anda memahami kebutuhan pelanggan, semakin efektif anda menyusun strategy pemasaran yang berbasis pada kebutuhan pelanggan tersebut (Assael, 1998). Paradigma pemasaran masa kini selalu berorientasi kepada kebutuhan pelanggan, tidak seperti sebelumnya dimana orientasi adalah pada produksi. Mengapa bisa berubah? Jawabannya karena saat ini anda (produsen susu kambing) yang membuhkan konsumen, bukan lagi konsumen yang membutuhkan anda.

Kondisi saat ini konsumen memiliki daya tawar lebih baik dari produsen, tidak bisa lagi produsen berprilaku seperti dulu. Jangan lagi meniru contoh pendahulu kita, yang melakukan tindakan menjual kambing atau susu kambing dengan cara memanfaatkan ketidak tahuan konsumen. Ketidak tahuan konsumen dijadikan kesempatan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, ini namanya penipuan. Saat ini pola seperti itu tidak bisa lagi memenangkan persaingan, hanya yang berprilaku jujur dan selalu mengedepankan kebutuhan dan kepentingan konsumenlah yang akan jadi pemenang.

KESIMPULAN

Bisnis penyedia produk susu kambing tidak berbeda jauh dengan jenis usaha lain, permasalahan yang dihadapi juga sama. Hanya saja kondisi industrinya sedikit berbeda, yaitu masih belum terbentuk dengan sempurna seperti industry lain, misalnya industri susu sapi. Hal ini mengharuskan pelakunya untuk berusaha lebih keras agar produk susu kambing yang dihasilkan bisa diserap pasar dengan baik. Permasalahan pelaku usaha peternakan kambing perah dahulu juga dialami pelaku usaha susu sapi, jadi kita harus tetap optimis terhadap industry ini.

Kata kunci pada bahasan kita kali ini tercermin pada gambar marketing triangle diatas. Tiga hal dasar tersebut ditambah dengan pemahaman yang baik pada pelanggan, adalah hal yang bisa mempengaruhi kinerja pemasaran produk susu kambing anda. Jangan pernah menyerah, terus mencoba dan berimprovisasi adalah modal dasar anda memperoleh kesuksesan.  Tetap semangat, maju terus peternak kambing perah Indonesia. Salam Kandang Bambu :)

Referensi tulisan:

-          Assael Henri, Consumer Bihavior and Marketing Action (Ohio: South Western College Publishing, 1998)

-          Ebert J. Ronald, Griffin W. Ricky, Business Essential 5th Edition (New Jersey: Pearson Prentice Hall, 2005)

-          Jain C. Subash, Marketing Planing and Strategy 6th Edition ( Custom Publishing, 1999)

-          Kotler Philip, Marketing Insight from A to Z 80 Concept Every Manager Need To Know ( Wiley, 2003)

-          Kotler Philip, Keller L. Kevin, Marketing Management 12th Edition (New Jersey: Pearson Education Inc., 2006)

Referensi gambar:

-          http://onebigsale.webs.com/apps/photos/photo?photoid=89695237

-          http://matanews.com/2009/09/10/dolar-pulih-di-asia/

-          http://www.terksacres.com/products.html

About these ads

Aksi

Information

7 tanggapan

6 08 2011
Nizar Origin Dairy Farm

Sebuah paparan yang sangat bagus dan cukup menggambarkan wajah pemasaran susu kambing yang seharusnya. Sukses kandang bambu.

6 08 2011
upiq kafiudin

pak arif, saya tertarik produk higoat dan sabun mandi goats milk, utk itu minta brosurnya

6 08 2011
Haekal Akbar

wih..mantab gan…sayang pemerintah kurang tanggap padahal bisa membuka lapangan pekerjaan..otomatis mengurangi angka pengangguran

8 08 2011
Lemus Farm Pinus Farm

Mungkin bs dilakukan tambahan kompilasi dari satu peternak ke peternak lain yang telah melakukan pemasaran, dengan metode interview tentunya akan menambah variasi khasanah pemasaran susu kambing dan tentunya jadi referensi bagi siapapun yang terlibat dalam industri perkambingan

11 08 2011
SusumurnikuAN

mas aku sekarang juga lg jualan susu kambing produksi sendiri, yan g udah jadi bubuk, bagusnya dijual berapa, melihat untuk produksinya udah lumayan banyak, gmn cari ijin label hallal dari MUI. KATANYA SUSAH, UNTUK DEPKES KAMI UDAH PUNYA, BY AAN JOGJA 02748366858. MKS

28 10 2011
sofa bambu

Ide bagus neh untuk distribusi produk ane, makasih gan, gambarannya….

11 02 2012
edimasmu

Muantaabb, memang sangat sulit untuk menjelaskan kemasyarakat tentang kegunaan dan manfaat susu kambing.

salam Edi dari Bekasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: