Oleh: Arief “Kandang Bambu”
Penulis memiliki beberapa pengalaman unik mengenai pemberian pakan, khususnya pada ternak kambing perah jenis peranakan etawa (PE). Dari hasil pengamatan penulis, pola pemberian pakan oleh sebagian peternak cenderung dilakukan “seadanya”. Bahkan di beberapa tempat banyak “eksperimen” pakan dilakukan dengan klaim hasilnya sangat baik bagi ternaknya. Salah satu contoh eksperimen yang pernah penulis dengar adalah, ternak kambing perah diberikan pakan “istimewa” sekelas bubur kacang hijau, ketan hitam, tambahan minum CDR, kuning telor ayam kampung dll. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah; apakah ternak kambing perah memang perlu diberi pakan seperti itu?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita ketahui beberapa konsep dasar pola pemberian pakan untuk ternak kambing perah. Di Indonesia kambing perah jenis PE, selain digunakan sebagai ternak penghasil susu, juga banyak digunakan sebagai ternak hiburan (kontes). Masing-masing arah beternak tersebut tentunya menuntut pola pemberian pakan yang sedikit berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Secara sederhana dapat terlihat seperti uraian berikut:
Jika kita lihat dari skema diatas, muara dari masing-masing arah beternak kambing PE adalah pada kualitas ransum pakan. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana menyusun ransum pakan yang baik bagi ternak kambing perah kita? Menjawab hal itu, selayaknya kita ketahui dahulu unsure pembentuk pakan ternak kambing perah.
PAKAN KAMBING PERAH (PE)
Pakan kambing perah utamanya terdiri atas 2 jenis bahan, yaitu pakan kasar dan pakan konsentrat. Pakan kasar terdiri atas hijauan (rumput, legume dan limbah pertanian), ini merupakan unsur pakan utama dengan proporsi jumlah dominan (banyak) pada komposisi ransum.
Pakan konsentrat merupakan pakan tambahan, kandungan nutrient yang baik pada pakan konsentrat adalah mengandung serat kasar (SK)< 18%, kandungan zat pembentuk energy (TDN) > 60% dan mengandung protein kering tinggi.
Skema bahan pakan penyusun konsentrat
Sumber gambar: Materi pelatihan beternak kambing perah, oleh: ari K.J., Spt, MSi., 2010
Bahan penyusun konsentrat biasanya dibedakan menjadi bahan sumber energy ,bahan sumber protein dan bahan sumber mineral. Komposisi masing-masing sangat ditentukan oleh faktor fisiologis dan tujuan pemeliharaan ternak. Misalnya ternak kambing perah bunting membutuhkan komposisi konsentrat berbeda dengan ternak dara. Bagitu juga ternak menjelang ikut kontes membutuhkan komposisi konsentrat berbeda dengan yang tidak sedang disiapkan untuk kontes.
Peternak kambing perah yang baik, dituntut mengerti bagaimana menyusun ransum pakan yang baik bagi ternak kambingnya. Dia harus bisa menyusun komposisi pakan (ransum) yang tepat, baik komposisi pakan kasar (hijauan) maupun pakan konsentrat bagi ternaknya. Salah satu dasar agar peternak bisa menyusun ransum yang tepat adalah dengan mengetahui kebutuhan nutrisi ternak kambing perah yang dipelihara. Kebutuhan nutrisi ternak kambing perah dipenuhi berdasar pada kebutuhan hidup pokok (maintenance) dan kebutuhan produksi (pertumbuhan, laktasi, reproduksi, persiapan menjelang kontes dll).
Kesimpulan dari uraian diatas adalah, kambing perah cukup diberikan pakan dengan jenis pakan yang memang diperuntukan dan dibutuhkan bagi ternak kambing. Selama diberikan asupan pakan dengan jumlah (kuantitas) dan komposisi nutrisi (kualitas) yang cukup, ternak kambing tersebut akan tumbuh baik dan sehat. Pemberian pakan dengan nutrisi terlalu berlebih akan sia-sia karena tidak akan terserap atau dicerna oleh tubuh kambing dan akan dikeluarkan melalui urine maupun fases.
Demikian sedikit uraian dari penulis, semoga bisa bermanfaat sebagai wawasan dan bahan diskusi bagi diri penulis sendiri dan rekan-rekan peternak kambing perah sekalian, salam kandang bambu:)
Sumber bacaan: Materi nutrisi pakan ternak kambing perah, pelatihan beternak kambing perah, oleh: Ari K.J., Spt, MSi, Kandang Bamboo management, 2010.





Dear Mas Arief,
Ass. Wr. Wb.
Terimakasih sudah berbagi untuk hal mendasar yang harus difahami oleh new breeder dan breeder lama, agar makin ekonomis dan effisien dalam beternak.
Sukses ya mas..
Salam,
Asep M.
Terimakasih banyak kang Asep atas atensi dan komennya. Sukses juga untuk kang Asep dan exotic farmnya, salam kandang bambu:)
Asslm..
Mas Arief, untuk kambing perah.. pakan tambahannya kalau hanya diberi katul/bekatul + garam aja apa gag papa ??
Makasih
Wassalam, terimakasih mas Ayub atas atensinya di kandang bambu weblog. Mengenai pakan tambahan bekatul + garam sangat tergantung dengan kualitas hijauan yang anda berikan. Jika kualitas nutrisi hijauan yang diberikan cukup baik, saya rasa dalam kondisi umum pemberian pakan tambahan katul saja tidak mengapa. Namun jika kualitas hijauannya kurang bagus, maka sebaiknya ditambahkan unsur pakan tambahan lain untuk meningkatkan kualitas nutrisinya. Pakan tambahan laiinya misalkan, tepung jagung, tumpi dele, ampas tahu, ampas tempe dan lainnya, salam kandang bambu:)
Mas Arief,
Bagaimana cara mengatasi keterbatasan ketersediaan pakan hijauan ?
Apa dgn menambah konsentrat nya ? misalnya diberi ampas tahu untuk mengimbangi minimnya pakan hijauan.
mksh infonya.
Jumpa lagi mas ayub, salah satu menyiasati keterbatasan hijauan adalah dengan membuat hay atau silase. Jadi ketika musim hujan saat hijauan melimpah, anda bisa memotong hijauan dalam jumlah besar dan jadikan silase. Silase dapat disimpan dalam waktu lama selama musim sulit hijauan. Menambah jumlah pakan penguat seperti ampas tahu atau tempe tidak mengapa, namun jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ternaknya. salam kandang bambu:)
tulisan yang bagus n bermanfaat mas, terima kasih sudah berbagi
yth. kandang bamb, saya mau nanya untuk kandungan proteinya antara ampas tahu dan tepung jagung lebih besar mana ya, terima kasih
alamate mana mas…..
terimaksih atas penjelasannya “”"”"
Sama-sama mas Miko, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. salam kandang bambu
Mas Arief, tepung cacing tanah kan kandungan proteinnya sangat tinggi. Boleh tidak dipakai sebagai pakan tabmabahn bagi kambing?
Terima kasih