Kandang Bambu Goes to Bogor (Gadok dan Cijeruk)

11 11 2009

Awal Perjalanan

Tujuan kunjungan tim kandang Bambu kali ini adalah Kabupaten Bogor. Ada beberapa hal yang membuat kami sangat tertarik untuk mengunjungi kota bogor, khususnya peternakan kambing perahnya. Ketertarikan utama kami adalah terdapat pemain lama di kambing perah yaitu sersan Bangun. Berikutnya adalah karakteristik peternak kambing perahnya yang sudah focus kearah hasil susu, bukan kontes (lomba) sebagai tujuan utama beternak. Harapan kami dapat memperoleh wawasan dan ilmu baru khususnya tentang perawatan dan perlakuan kambing perah serta proses pemasaran susu kambing.

Mempersiapkan kunjungan ke Bogor, jauh-jauh hari kami telah melakukan kontak dengan koresponden Kandang Bambu di bogor yaitu mas didit, pak Bangun (referensi kang Asep, atur nuhun kangJ) dan Pak Alwi. Namun sangat kami sayangkan karena keterbatasan waktu kami tidak berhasil mengunjungi farm pak Alwi (SQ Farm), mohon maaf sebesar2nya pada pak Alwi dan SQ Farmnya. Sambutan positif mereka berikan  dalam merespon kedatangan kami dari Malang-Jawa Timur.

Goes to Etawa Dairy Farm (Pak Didit)

Hari sabtu pagi, sekitar jam 06.00 wib tim Kandang Bambu meluncur menuju Bogor  via KRL dari stasiun Tebet-Jakarta. Kebetulan kami sebelumnya menginap di Jakarta untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Perjalanan menggunakan kereta api listrik cukup nyaman dan menyenangkan. Kebetulan pagi itu kami gunakan KRL Jakarta-Bogor kelas ekonomi AC, dengan tarif Rp.5500/orang. Kondisi kereta yang bersih, AC cukup dingin serta jumlah penumpang yang tidak padat, membuat perjalanan sangat nyaman kami rasakan. Selain memang PJKA menyediakan kereta kelas ekonomi AC, kami memperoleh informasi jika hari libur (sabtu-minggu) beberapa kereta ekspress AC berfungsi sebagai kereta kelas ekonomi AC. Bagi kawan-kawan dari daerah mungkin bisa memanfaatkan fasilitas ini jika berkunjung ke Jakarta, khususnya hari sabtu-minggu.

Sekitar 45 menit kami kami tempuh perjalanan dari Jakarta hingga KRL yang kami tumpangi tiba di stasiun Bogor. Turun dari kereta kami putuskan bertanya pada bapak petugas yang ada di sana tentang rute menuju Ciawi. Cukup ramah bapak petugas tersebut memberikan panduan jalur dan kendaraan yang harus kami gunakan untuk sampai di Ciawi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menggunakan angkot 03 untuk selanjutnya oper lagi menggunakan angkot (angkutan kota)jurusan Ciawi. Selama perjalanan di atas angkot, kami teringat ungkapan beberapa teman yang menjuluki Bogor sebagai kota sejuta angkot. Benar sekali ungkapan itu, sepanjang jalan kami temukan perbandingan mencolok antara kendaraan pribadi dengan angkutan kota, benar2 tidak sebanding. Mungkin kondisi itu harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah setempat, karena yang kami rasakan kota bogor jadi kurang nyaman dan muaceet euy….:)

Berganti-ganti angkot sebanyak 3 kali, sampailah kami di pasar Pasir Muncang desa Sukakarya-Kabupaten Bogor. Daerah ini cukup indah dan sejuk, karena berada di daerah perbukitan mirip dengan kota Batu-Jawa Timur. Di situ kami kontak pak didit, dan beliau menyarankan melanjutkan perjalanan menuju farmnya menggunakan ojek. Segera kami panggil ojek dan melanjutkan perjalanan menyusuri jalanan naik dan berkelok. Tak berapa lama, tukang ojek menghentikan laju kendaraannya di depan gerbang besar yang sekelilingnya adalah tembok tinggi. Setelah kami bayar dan ojeknya pergi, sejenak kami amati lingkungan sekitar bangunan tidak terdapat rumah-rumah penduduk. Bangunan tersebut lebih mirip vila daripada peternakan kambing.

Kami bisa langsung masuk karena pintu gerbang sepertinya sengaja dibuka. Singkat cerita, kami bertemu dan berkenalan sejenak dengan pemilik etawa dairy farm yaitu bapak Didit. Menyampaikan maksud kedatangan dan berbincang sejenak, kemudian pak Didit mempersilahkan kami untuk melihat-lihat peternakan dan koleksi ternak beliau. Kami berikan apresiasi khusus dengan cara pak didit menata kandangnya serta bentuk dan struktur kandang yang kokoh terbuat dari beton. Kandang utama terinegrasi dengan kandang perah (milking stand), namun sayang sepertinya kandang perah jarang digunakan lagi.

Suasana Etawa Dairy Farm

Puas melihat bagian luar kandang, kami langsung masuk melihat koleksi kambing perah pak Didit. Jumlah betina lumayan banyak sekitar 50 ekor lebih dengan 2 pejantan. Jenis kambing perah yang ada di dominasi kambing jawa randu dengan beberapa PE kaligesing dan senduro. Penilaian kami kualitas kambing belum ideal sebagai kambing perah, hal tersebut kami liahat dari fisik kambing serta bentuk ambingnya. Sayang sebenarnya, dengan fasilitas kandang sangat ideal namun tidak diikuti oleh kualitas ternak yang ideal pula. Menurut cerita pemilik, kambing didatangkan dari Malang-Jawa Timur sekitar 2 tahun yang lalu. Namun pak didit merasa dikecewakan oleh penjual ternak karena banyak ketidak sesuaian antara kambing yang dipilih saat di Malang dengan kambing yang tiba di Bogor. Sekali lagi kami temui praktek jual beli ternak yang memalukan. Peringatan bagi calon peternak, hati-hati dalam membeli ternak dan bagi penjual tolong tinggalkan cara menjual seperti itu, memalukan dan sangat merugikan pembeli. Jujur dan jagalah kuaitas serta pelayanan pada konsumen karena sekali anda mengecewakan pembeli susah untuk merehabilitasi nama baik anda! Puas di kandang perah, kami diajak turun ke bawah melihat kandang penggemukan berjumlah 100an ekor, yang berisi kambing kacang dan domba Garut.

Koleksi Kambing Etawa Dairy Farm

 

Setelah melihat seluruh areal Etawa Dairy Farm serta koleksi ternaknya, kami dan pak Didit sepakat bersama-sama menuju Bangun Karso Farm mengunjungi sersan Bangun. Diantar menggunakan mobil pak Didit kami meluncur menuju Bangun Karso Farm yang terletak di desa Palasari kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor. Perjalanan cukup lancar,  menyusuri jalan berkelok sedikit menanjak, sekitar 20 menit perjalanan akhirnya rombongan kami sampai di Bangun Karso Farm. Ditemui oleh istri pak Bangun, kami dipersilahkan langsung ke belakang menuju kandang, karena pak bangun berada disana. Bergegas kami menuju kandang dan menemui pak Bangus yang sedang member makan beberapa ekor sapinya. Dengan ramah beliau menemui kami, basa-basi sejenak kami pun memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud kunjungan.

Diselingi  memberikan makan sapi-sapinya, pak Bangun menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan. Tak lupa diantara perbincangan kita, beliau memberikan tips tentang teknik merawat, persilangan, pemerahan dan asupan pakan berprotein tinggi untuk kambing perah. Beliau juga menceritakan suka duka awal mula beternak kambing . Berawal sekitar tahun 1990an beliau adalah seorang prajurit TNI yang bertugas di Bogor. Keinginan beternak timbul selain memang hobi, tetapi lebih karena tuntutan keadaan ekonomi. Beliau bercerita bahwa gaji seorang prajurit saat itu sangatlah minim, gaji satu bulan tidak cukup digunakan untuk membeli satu ekor kambing kacang saat itu. Menabung sedikit-sedikit ahirnya pak Bangun mampu membeli kambing yang dipelihara di halaman sekitar barak prajurit. Beberapa rekan prajurit lain juga beternak aneka hewan ternak, mulai ayam hingga burung.

Suasana Farm Sersan Bangun

Beberapa tahun sejak itu, kebetulan beliau diberi tugas untuk menjaga dan menempati lahan milik salah seorang jendral. Selain menjaga, sersan Bangun juga diberikan hak untuk menggunakan lahan tersebut. Ahirnya lahan itulah yang digunakan untuk mengembangkan ternak kambing perah hingga saat ini berjumlah 400 ekor lebih. Saat ini pak bangun memiliki kambing perah dengan jenis Peranakan Etawa ras kali gesing, silangan PE dengan sanen dan Kambing sanen pure blood.  Dominasi ternak adalah jenis PE kaligesing, namun saat ini beliau mengembangkan silangan antara sanen dan PE. Hasil silangan tersebut di klaim pak bangun menghasilkan jenis kambing perah yang produktif, yaitu mampu menghasilkan susu 3 liter/hari. Dengan ramah pak Bangun mengantar kami untuk melihat koleksi ternak beliau, terutama jenis silangan pejantan sanen dengan betina PE ras kaligesing.

Koleksi cempe, indukan hasil silangan dan Pejantan Sanen Pure Blood Milik BKF

Bagi kami, yang paling menarik dari peternakan sersan Bangun adalah local kandang khusus cempe hasil silangan sanen-PE. Cempe silangan berjumlah sekitar 20-30 an ekor. Ketertarikan kami mengarah pada hasrat ingin membeli produk silangan tersebut, namun pak Bangun belum bersedia menjual karena seluruh hasil silangan tersebut masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan BKF sendiri.

Tanpa terasa waktu beranjak menjelang sore, pak Bangun mempersilahkan kami duduk di beranda depan rumah beliau sambil menikmati minum teh hangat dan snack. Sambil menyantap hidangan yang tersedia obrolan terus mengalir, sharing, wejangan dan panduan beternak mengalir dari obrolan pak bangun. Ahirnya waktu jua yang harus menyudahi kunjungan kami, terimakasih banyak buat pak Bangun dengan BKF-nya, serta mas Didit dengan Etawa Dairy Farmnya. Terutama buat pak Didit, tim Kandang Bambu mengucapkan banyak terima kasih atas fasilitas yang diberikan dan semua bantuannya hingga kami diantar pulang ke-Jakarta. Kami tidak bisa membalas apa-apa, hanya kami mengundang balik beliau untuk berkunjung ke Malang dan kami berusaha menjadi tuan rumah yang baik seperti juga anda melayani kami. Salam Kandang BambuJ

Tips Sersan Bangun (Bangun Karso Farm):

  1. Sediakan lahan pakan bagi peternak dengan jumlah ternak lebih dari 50 ekor
  2. Pakan tambahan terbaik bagi kambing perah adalah tepung jagung
  3. Beri kambing minum tetes tebu (molasses) secukupnya pada pagi hari untuk mencukupi kebutuhan energy ternak. Tambahkan sedikit EM4 pada molasses agar tidak terlalu menyengat baunya, sehingga ternak senang meminumnya.
  4. Hasil uji praktek BKF, kambing penghasil susu yang unggul adalah silangan antara pejantan asli Sanen dengan betina PE. Hasil susu 1 ekor kambing silangan tersebut adalah 3 ltr/hari dengan rincian 1,8 ltr pemerahan pagi dan 1,2 ltr pemerahan sore.
  5. Tambahkan pakan ternak ayam (layer) sebagai starter protein pada pakan penguat untuk mendongkrak kadar protein pada pakan ternak kambing perah anda. Jumlah layer yang diberikan adalah 15% dari total pakan penguat per ekor/hari.
About these ads

Aksi

Information

16 tanggapan

13 12 2009
slamet

Akhirnya keluar juga edisi revisinya…jempol deh utk kerja kerasnya…

14 12 2009
Arief Rachman W.

Atur nuhun suportnya kang slamet:)

11 02 2010
budhiesantosh

Pak Bangun dkk, saya berminat untuk beternak kambing namun belum punya ilmu, belu punya lahan dan kawan, keinginan saya beternak disekitar Bandung, bogor adakah teman yg bisa memberikan informasi, untuk mencari ilmu, lahan dan teman Hub: 0818127462

12 02 2010
Arief Rachman W.

Salam jumpa pak budhi, silahkan bagi rekan-rekan pengunjung kandang bambu yang bisa membantu pak budhi. Kami mungkin bisa sedikit memberi informasi, anda bisa mengunjungi neqtasari farm di daerah ciwidey kalau tidak salah. Alamatnya: NEQTASARI FARM, Jl. Raya Pasir Jambu, 141 Ciwidey Kabupaten Bandung, salam kandang bambu:)

11 03 2010
eko

Semoga aku bisa mengikuti jejak sukses beternak kambing seperti Sersan Bangun, Amiiiiiiiiiin

13 03 2010
Arief Rachman W.

Maju terus dan tetap semangat pak eko, insya Alloh bersama kita bisa..:) Salam kandang bambu:)

27 03 2010
ima

bagus…bagus…boa

30 03 2010
Asep G

sukses selalu buat pak Banguuuun …. smoga kambing sapi tambah banyak, ikut nimbrung dong biar ketularan suksesnya pak Bangun, …. BRAVO

30 03 2010
Arief Rachman W.

Terimakasih mas Asep telah mengunjungi kandang bambu weblog, salam kandang bambu:)

6 07 2010
imran

aslm. saya semakin bersemangat setelah membaca cerita ini dan tertarik dgn metode persilangan PE dgn SAANEN. di mana kita bisa mendapatkan pejantan SAANEN FULLBLOOD? terima kasih

7 07 2010
Arief Rachman W.

Waalaykumsalam, jumpa lagi pak Imran. Terimakasih masih setia mengunjungi kandang bambu weblog, mengenai dimana kita bisa memperoleh pejantan sanen FB, masih menjadi PR kami pak. Hingga hari ini kami belum dapat info farm atau importir yang menyediakan pejantan sanen FB. Setau saya memang masih harus import jika kita ingin dapat yang bener2 FB, salam kandang bambu:)

5 01 2011
Ahmad Syukron Mukhayar, S.Pt. M.Si

Dulu saya PKL di bangun Karso Farm.. sangat berkesan..
Terimakasih buat Bapak bangun karso dan staf..

29 06 2011
rusli

Mantap , Sukses Buat Pak didit dan Pak Bangun

saya sangat tertarik untuk ternak kambing dan mau belajar dulu dengan Pak Didit dan Pak bangun

Tolong Info Alamat lengkapnya
ruslidnr@yahoo.com

5 04 2012
buya

Salam,
Luar biasa, bagi tuan rumah dan tamunya, sya aja orng bogor baru tahu ada domba di vila, mantap

5 04 2012
buya

mantap, luar biasa, moga tamu dan tuan rumah mendapat berkah

2 07 2012
rasi

ass pak saya mw nanya klw mw praktek lapangan ditempat bapak bisa ga saya rasi dari universitas djuanda bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: