How to Begin….

6 03 2009

Beternak kambing PE tidak terlintas sama sekali dalam benak saya sebelumnya. Berawal dari kunjungan silaturahmi di rumah seorang kawan SMU yang telah lebih dari 10 tahun tak berjumpa. Dalam perbincangan hangat silaturahmi tersebut, kami saling menanyakan kabar dan aktivitas rutin masing-masing. Ditengah obrolan kami, kawan saya menawarkan untuk mencoba beternak kambing jenis peranakan etawa (PE). Saya pikir menarik juga, kemudian dia mengajak saya ke pekarangan belakang rumahnya yang lumayan luas. Ditunjukan juga tumpukan kayu dan sebuah kandang ukuran kurang lebih 3×9 meter bekas tempat sapi.

Beberapa hari saya pikirkan tawaran kawan tersebut, disamping saya mencoba menggali informasi cara beternak kambing PE di Internet. Dari situ saya tau bahwa untuk beternak kambing PE tidak cukup hanya tersedia lahan untuk kandang, tetapi yang sangat penting adalah ketersediaan dan kemudahan memperoleh pakan hijauan. Survey ketersediaan pakan saya lakukan, ditemani kawan saya, dia menunjukan ladang (tegal) yang berlokasi kurang-lebih 10 menit via motor. Sesampainya ditempat, saya melihat lereng agak curam yang banyak ditumbuhi kaliandra, sengon dan beberapa jenis rumputan. Ok, semakin mantab keyakinan saya untuk bisa memulai usaha beternak, ditambah lagi, ternyata kawan saya memiliki pengalaman merawat kambing PE. Ilmu itu diperoleh selama bekerja hingga saat ini, sebagai penanggung jawab lini usaha peternakan kambing PE Perum Jasa Tirta (PJT) Malang.Kandang Baru di Tinggikan

Langkah awal kami merenovasi bekas kandang sapi yang telah ada menjadi kandang kambing yang representatif. Pembangunan mengikuti pakem “layak” model kandang yang saya peroleh dari buku, internet dan hasil bertanya langsung pada peternak. Posisi lahan tempat bakal didirikannya kandang kami tata sedemikian rupa agar tidak sempit dan memiliki sirkulasi udara bebas. Kandang kami tinggikan menggunakan “umpak” ± 60cm dari tanah. Fungsi peninggian ini adalah agar kandang tidak lembab dan jauh dari kotoran ternak. Setelah proses peninggian, kami lanjutkan membuat lantai kandang (gladak), menggunakan bilah-bilah bambu ukuran lebar 6cm dan panjang 3,5m. Bilah-bilah bambu tersebut ditata sedimikian rupa dengan jarak masing-masing bilah sekitar 1cm. Berikutnya pengerjaan dinding dan sekat antar kandang. Kami gunakan bambu sebagai dinding dan sekat kandang, pertimbangan menggunakan bambu karena tersedia, mudah pemanfaatannya dan tentunya “ramah” biaya. Kandang kami sekat dengan masing-masing berukuran panjang 2m dan lebar 1,7m. Sebenarnya ukuran tersebut terlalu lebar untuk kandang single, tak mengapa karena ukuran bekas kandang sapi yang kami gunakan terlalu sempit jika disekat menjadi 3 kandang. Ukuran luasan kandang ideal adalah lebar 1.5m x panjang 1.7m.

Kandang jadi + Pak Maryadi & ntong.

Langkah terahir adalah membuat “palungan” yaitu wadah makanan hijauan. Palungan kami buat dengan tinggi bibir atas ± 45 cm dari lantai (gladak) kandang, kedalaman sekitar 20 cm. Palungan dibuat sepanjang bagian lebar depan kandang. Setelah kandang siap, perburuan calon penghuni kandang (alias kambing PE) saya lakukan. Sebenarnya jauh hari sebelum pembuatan kandang, saya telah melakukan perjalanan cukup panjang untuk belajar karakteristik kambing PE yang bagus untuk breeding.

Polo & Yuri, penghuni pertama

Kisah perjalanan mencari “ilmu” tersebut cukup menarik, akan saya buat dalam tulisan tersendiri, insya Alloh. Singkat cerita, saya peroleh seekor indukan bunting tua dan seekor calon pejantan usia 4,5 bulan kepala hitam. Dua ekor kambing PE tersebut merupakan awal belajar kami, alhamdulillah kini telah menjadi 8 ekor. Dua ekor kambing pertama itu kami beri nama masing-masing, YURI dan POLO. Salam “Kandang Bambu”!

About these ads

Aksi

Information

15 responses

11 07 2009
Reza Noval

selamat dan mari terus kita kembangkan peternakan Indonesia dan juga sebagai usaha untuk mengembangkan jiwa usaha dalam jiwa muda kita agar tidak kalah dengan bangsa lain…hidup peternak indonesia..

12 07 2009
Arief Rachman W.

Salam kenal mas Reza, terimakasih telah mengunjungi Kandang Bambu Weblog. Salam Kandang Bambu:)

19 07 2009
Reza Noval

mas Arif saya juga main kambing PE tapi di JAKARTA YA UDAH ADA SEKITAR 40 EKOR, tolong dong saya butuh kambing dara kira-kira berapa ya harganya? Aq butuh sekitar 5 ekor tapi perangko Jakarta ya harganya, thanx

19 07 2009
Arief Rachman W.

Apa kabar mas reza? Wah sudah cukup banyak ternak anda ya. Masalah kebutuhan anda saya email langsung ke anda. Salam Kandang Bambu:)

23 09 2009
Juan Verdianto

Wah hebat mas Arief, perjalanan 1000 mil memang dimulai dari 1 langkah.
Ngomong-ngomong berapa lama waktu yang diperlukan buat si YURI dan POLO bisa beranak pinak jadi 8 ekor..?

23 09 2009
Arief Rachman W.

Salam kenal mas Juan, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama, sekitar 4 bulanan. Hal itu disebabkan karena kami membeli indukan dengan kondisi bunting sekitar 2 bulanan.
Jadi sebenarnya hanya masalah strategi pengembangan populasi saja mas juan. Salam kandang bambu:)

7 11 2009
tony_sapi

Boss,saya sangat tertarik dengan KANDANG BAMBU nya.
Kalau saya lihat di foto nya, tidak semua bahan pembuatan kandang itu dari bambu.
Namun ada bagian-bagian tertentu yang menggunakan bambu. Mohon informasinya mengenai:
– apakah dengan bahan bambu tsb, kandangnya bisa cukup kuat untuk Kambing Jantan.
– menurut hemat saya bahan bambu lebih murah dibanding kayu, kira-kira berapakah biaya yang di perlukan untuk membangun kandang bambu yang bisa muat sekitar 100 ekor kambing.
Terimakasih dan salam hormat.
TONY_SAPI

10 11 2009
Arief Rachman W.

Salam kenal bos toni, lha saya juga ndak nyangka seorang juragan sapi import malah nyasar ke blognya orang desa hehe… (guyon bos).
Alasan menggunakan bambu sebagai element utama membuat kandang adalah karena faktor ekonomis dan relatif kuat. Saya tidak menggunakan full bahan bambu karena diperlukan tulangan kayu agar lebih kuat dalam proses memaku, karena tidak menggunakan teknik ikat.
Menurut saya kandang dari bambu juga cukup kuat untuk pejantan, tergantung teknik konstruksinya boss. Mohon maaf saya tidak bisa memperkirakan pasti biaya untuk pembuatan kandang dari bambu untuk 100 ekor, karena harga bambu tiap daerah relatif tidak sama dan juga tergantung jenis bambu yang digunakan. yang jelas jauh lebih murah daripada dari kayu pak toni.
Salam Kandang Bambu:)

19 06 2010
Fani

Salam kenal ya. Saya lagi mulai belajar ternak kambing PE untuk diambil susunya nih. Trims….

20 06 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal mas fani, salam kandang bambu:)

5 07 2010
herlina

selamat malam mas arif, salam kenal saya lina dari purwarkarta, saya senang sekali menemukan weblog kandang bambo dan komentar2 dari pengalaman serta sharing temen2 para breeder di web ini. saya dan suami berniat utk memulai ternak kambing PE, tapi kami belum ada pengalaman sama sekali. selama ini kami baru mulai banyak cari tau melalui internet, buku2 dan sebagian kecil dari peternak kambing tapi bukan kambing PE. mohon kiranya mas arif dapat menjawab beberapa pertanyaan saya sbb :
1. apakah mas arif menjual susu kambing PE ?
2. apakah bisa memberikan kursus singkat apabila saya dan suami suatu saat datang ke malang ( tentunya dgn pemberitahuan terlebih dahulu )
3. apakah mas arif juga menjual utk bibit PE yg dpt memproduksi susu ( yg hamil dan jantan utk kami beli sbg pemula ?
4. apakah dalam pemerahan susu kambing PE menggunakan alat pemerah atau manual dng tangan manusia ?
demiikian saja perkenalan saya, mohon kiranya mas arif berkenan menjawabnya.
sebelumnya saya haturkan terima kasih,
salam kandang bambu :)

6 07 2010
Arief Rachman W.

Salam kenal ibu Herlina, terimakasih telah mengunjungi kandang bambu weblog. Menanggapi beberapa hal yang ibu tanyakan adalah sebagai berikut:
1. apakah mas arif menjual susu kambing PE ?
Benar bu, kami memproduksi susu kambing pasteurisasi dengan merek Caliandra.Berikut adalah link tentang produk kami: http://kandangbambu.wordpress.com/product-list/
2. apakah bisa memberikan kursus singkat apabila saya dan suami suatu saat datang ke malang ( tentunya dgn pemberitahuan terlebih dahulu )
Insya Alloh bisa bu, selama ada pemberitahuan terlebih dahulu. Namun jika ibu atau bapak menginginkan yang lebih lengkap dan detil kami persilahkan mengikuti pelatihan beternak kambing perah yang juga kami adakan. Namun jika ibu dan bapak belum berkesempatan mengikuti pelatihan dan ingin berdiskusi saja dalam bentuk kunjungan ke kandang, kami persilahkan dengan senang hati.
3. apakah mas arif juga menjual utk bibit PE yg dpt memproduksi susu ( yg hamil dan jantan utk kami beli sbg pemula ?
Kami menyediakan bibit kambing PE baik ras Kaligesing ataupun ras Senduro untuk keperluan ternak perah.
4. apakah dalam pemerahan susu kambing PE menggunakan alat pemerah atau manual dng tangan manusia ?
Selama ini kami masih menggunakan pemerahan manual dengan tangan manusia, belum menggunakan mesin karena untuk sementara ini belum memungkinkan.

Demikian yang bisa kami tanggapi dari pertanyaan ibu lina, semoga dapat mewakili apa yang ingin ibu ketahui. Saya doakan yang terbaik bagi rencana-rencana positif ibu lina dan Bapak. Salam kandang bambu:)

19 10 2010
kadek pipin FAPET UB

mas Arief, kalau yang udah bunting dengan kualitas standart aj untuk pemula seperti saya sampe harga berapa ya mas?? Thanks mas.

20 10 2010
Arief Rachman W.

Dik pipin, masalah pembelian bibit gampang aja. Maen aja dulu ke kandang, kita diskusi, pahami dengan benar cara beternak dan pemilihan bibit, setelah itu silahkan kalau ingin mulai beternak dan membeli bibit. Salam kandang bambu :)

12 01 2011
Shafa

mas.. bagaimana cara agar kambing betina setelah melahirkan cepat memasuki masa birahi ..trims

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: